Fakultas Peternakan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Selasa, 06 Desember 2016 - 15:41:49 WIB

Caravan Mountaineering Club Selenggarakan Snake Handling Workshop

Diposting oleh : sekretariat
Kategori: Kemahasiswaan - Dibaca: 780 kali

Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-31, Caravan Mountaineering Club Fakultas Peternakan menyelenggarakan Snake Handling Workshop, Kamis (24/11) di Auditorium Drh. R. Soepardjo Fakultas Peternakan. Workshop ini diselenggarakan agar civitas akademika Fakultas Peternakan dapat lebih mengenal ular yang meliputi biologi ular, identifikasi jenis ular, penanganan ular, dan penanganan gigitan ular.

Menurut Rizky Akbar selaku anggota Yayasan Sioux Ular Indonesia, ada beberapa alasan mengapa kita harus mengenal ular. “Ular adalah binatang liar berbahaya yang habitatnya paling dekat dengan kehidupan manusia. Ular juga berperan penting bagi kesejahteraan hidup manusia, mengandung banyak misteri, dan merupakan makhluk yang eksotis,” ujar Rizky yang juga merupakan alumni Fakultas Peternakan angkatan 2006. Sayangnya, saat ini jumlah ular dan dan jenisnya semakin berkurang. Hal ini disebabkan karena pembunuhan terhadap ular akibat paradigma masyarakat yang salah tentang ular. Selain itu, ruang gerak ular juga semakin menyempit akibat adanya pembangunan yang terus menerus.

Melihat organ tubuh ular, Rizky mengatakan bahwa lidah merupakan indra yang paling penting. Lidah berfungsi untuk menangkap oksigen dari luar. Sementara itu, hidung ular hanya digunakan untuk bernafas, bukan membaui. “Meskipun begitu, ada beberapa jenis ular yang peka terhadap bau wewangian,” ujar Rizky.

Tekait bisa ular, bentuk dan ukuran tubuh tidak menandakan berbisa atau tidaknya seekor ular. Pada umumnya, ular berbisa rendah memiliki gerakan yang cepat, beraktifitas pada siang hari, membunuh mangsanya dengan membelit, kepala berbentuk oval, tidak memiliki taring bisa, gigitan tidak mematikan, dan setelah menggigit akan langsung melarikan diri. “Sementara itu, ular berbisa tinggi memiliki gerakan yang lambat, beraktifitas pada malam hari, membunuh mangsa dengan menyuntikkan bisa, kepala berbentuk segitiga sempurna, memiliki taring bisa, pemakan ular, setelah menggigit masih tetap di tempat,” kata Rizky.

Apabila tergigit ular, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah tidak panik. Tindakan selanjutnya adalah mengamankan posisi penolong dan korban. Kemudian, imobilisasi pasien dan lakukan pembalutan elastis, tenangkan korban, dan kenali ular yang menggigit. (Humas Fapet/Nadia)





Rilis Berita