Fakultas Peternakan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Rabu, 18 Januari 2017 - 16:35:07 WIB

Mahasiswa UGM Berpartisipasi dalam 19th International Conference on Cognition and Learning Methods

Diposting oleh : sekretariat
Kategori: Kemahasiswaan - Dibaca: 761 kali

Mahasiswa UGM turut berpartisipasi dalam konferensi Internasional 19th International Conference on Cognition and Learning Methods (ICCLM) di Singapura, 8-9 Januari 2017. Tim delegasi UGM yang terdiri dari Ulil Afidah (Fakultas Peternakan), Firdha Aulia (Fakultas Peternakan), Muhamad Fathan Mubin (Fakultas Psikologi) mengaku bangga dapat membawa nama universitas di kancah internasional.

Konferensi tersebut diselenggarakan oleh World Academy Science and Engineering Technology. Dalam rilis yang dikirim Selasa (17/1), Ulil Afidah mengatakan bahwa konferensi diikuti oleh 32 negara di dunia diantaranya Malaysia, India, China, Australia, dan Inggris. Masing-masing perwakilan negara mempersentasikan paper yang telah dibuat dalam bentuk powerpoint.

“Bangga bisa mewakili UGM di kancah Internasional yang dihadiri perwakilan dari 32 negara. Kami presentasi di hadapan para peserta, kasus yang kami angkat adalah tentang pendidikan karakter anak-anak di bantaran kali Code, Yogyakarta. Walaupun kami bukan dari universitas yang mempelajari tentang pendidikan, tetapi kami bisa mengangkat kasus itu, mahasiswa tentunya harus peduli dengan masalah-masalah pendidikan di Indonesia,” kata Ulil.

Tim delegasi UGM mempresentasikan paper berjudul "The Implementation of Character Education in Code Riverbanks, Special Region of Yogyakarta". Paper ini berisikan metode yang tepat untuk menanamkan pendidikan karakter bagi anak-anak di bantaran kali Code. Ada dua kegiatan yang diangkat oleh tim delegasi, yaitu Code Rangers dan Parade Senja. "Code Rangers dan Parade Senja adalah kegiatan yang didalamnya tidak hanya belajar, namun anak-anak diajarkan bagaimana menyukai belajar itu sendiri, bagaimana menghargai sesama kawan, dan menghormati yang lebih tua. Kami merasa kegiatan tersebut sangat diperlukan untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya pintar secara IQ, namun juga EQ dan ESQ,” kata Firdha. Muhamad Fathan Mubin, salah satu anggota tim tersebut adalah founder dari kegiatan ini.

Ulil lebih lanjut menjelaskan bahwa Code Rangers adalah kegiatan belajar sambil bermain, kegiatan itu dilaksanakan di sawung belajar dengan ditemani oleh relawan. Kegiatan Code Rangers tidak hanya belajar namun juga terdapat permainan yang disediakan oleh para relawan. Sementara itu, Parade Senja adalah kegiatan outbond yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. Dalam kegiatan ini anak-anak diajak menikmati kemeriahan belajar dan bermain di luar ruangan. Dalam Parade Senja, tidak ada pembatas antara adik-adik dan para relawan. (Humas Fapet/Nadia)





Rilis Berita