Fakultas Peternakan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Selasa, 31 Januari 2017 - 16:09:42 WIB

Sujiyanto Dapatkan Pengalaman Berharga Kuliah dan Penelitian di Jepang

Diposting oleh : sekretariat
Kategori: Kemahasiswaan - Dibaca: 541 kali

Memperoleh pengalaman menimba ilmu di luar negeri menjadi impian setiap mahasiswa Fakultas Peternakan UGM, tak terkecuali Sujiyanto. Mahasiswa angkatan 2012 ini terpilih untuk mengikuti Junior Year Program in English (JYPE) di Tohoku University, Sendai, Jepang.

Kuliah dan Penelitian di Jepang

Selama mengikuti program JYPE, Sujiyanto mengikuti dua kegiatan utama yaitu kuliah dan melaksanakan penelitian di laboratorium. “Isi program yang ditawarkan sesuai dengan keinginan saya saat itu, yaitu selain mengambil kelas, juga melakukan research di salah satu laboratorium,” ujarnya. Selama berada di Tohoku University pada September 2015 – Agustus 2016, Sujiyanto tergabung di Laboratory of Animal Nutrition, Faculty of Agriculture. Dirinya melakukan penelitian tentang heat stress pada broiler. “Saya mencoba mengurangi dampak negatif heat stress pada broiler dengan beberapa feed additive terutama sebagai sumber antioksidan seperti herbal dan trehalosa,” jelas Sujiyanto.                       

Selain kuliah dan penelitian, mengikuti seminar di laboratorium, mengikuti  field trip, dan mempelajari budaya Jepang adalah kegiatan rutin Sujiyanto selama di Jepang.

Dari Seminar Laboratorium Hingga Journal Club

Dengan mengikuti program JYPE ini, Sujiyanto mendapatkan pengalaman berharga mengenai aktivitas di laboratorium di Jepang serta model pembimbingan di sana. “Saya melaksanakan penelitian di bawah bimbingan salah seorang profesor di laboratorium tersebut, yaitu Profesor Tohoku. Model pembimbingan di Jepang agak berbeda dengan di Indonesia. Hal ini mungkin dikarenakan ketika memasuki tahun ke empat, mahasiswa S1 sudah masuk di laboratorium. Selama setahun mereka bekerja di laboratorium, benar-benar jarang ada kelas bahkan tidak ada lagi. Dosen di sana juga mudah ditemui. Enaknya ini, hehe,” ujar Sujiyanto. Selain itu, jumlah mahasiswa per angkatan di setiap jurusan tidak melebihi 30 mahasiswa. Hal ini membuat hubungan dosen dengan mahasiswa sangat dekat karena setiap laboratorium hanya ada maksimal 4 mahasiswa program S1.

Bagi Sujiyanto, pembimbingan yang sangat terasa adalah adanya seminar laboratorium. “Setiap minggu pasti ada seminar di laboratorium. Mahasiswa dijadwalkan untuk memberikan presentasi tentang progress penelitian mereka yang dihadiri oleh semua anggota laboratorium. Kami mendiskusikan kendala yang dihadapi dalam penelitian dan mencari solusi bersama,” jelas Sujiyanto. Mahasiswa program S1 melaksanakan satu kali seminar selama kurun waktu 2 hingga 3 bulan, sedangkan untuk mahasiswa program S3 satu bulan sekali. Frekuensi ini biasanya bertambah intens ketika mendekati deadline presentasi akhir atau konferensi.

Selain itu, setiap minggu juga dilaksanakan journal club di laboratorium yang dihadiri oleh semua anggota laboratorium. “Dalam journal club, kami mendiskusikan satu research paper. Jadi, mahasiswa dipaksa keep up to date. Ketika sudah ada paper yang dikirim lewat email untuk journal club, kami harus membacanya,” kata Sujiyanto.

Bagi Sujiyanto, bisa berjalan-jalan di Negeri Sakura serta mengenal budaya dan lingkungan di Jepang adalah bonus yang diperoleh dari program ini. Selain itu, ia juga belajar untuk mandiri karena melakukan segala hal seorang diri. “Salah satu pengalaman menarik lainnya selama berada di sana sering ada semacam party atau perayaan kecil. Sudah menjadi tradisi ketika ada mahasiswa yang akan lulus, ada mahasiswa baru, atau setelah conference, di laboratorium kami merayakan bersama. Kami masak bersama, makan dan minum, ngobrol sampai larut malam. Semacam sarana untuk mengakrabkan diri juga,” ujar Sujiyanto.

Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Asing dan Berani Apply

Sujiyanto tak lupa untuk berbagi tips agar adik-adik angkatannya juga dapat merasakan pengalaman mencari ilmu di luar negeri. “Saya pikir beberapa syarat utama jika ingin mendapatkan kesempatan student exchange adalah kemampuan bahasa asing yang bagus dan kemauan untuk mencari info-info pertukaran pelajar. Tidak hanya mencarinya, tapi berani untuk apply. Cobalah untuk bergaul dengan teman-teman yang pernah mengikuti student exchange dan jangan takut untuk mencoba hal baru,” jelasnya. (Humas Fapet/Nadia)