Fakultas Peternakan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Kamis, 04 Mei 2017 - 15:43:54 WIB

HMP Fakultas Peternakan Kupas Isu Kenaikan Harga Daging Menjelang Lebaran

Diposting oleh : sekretariat
Kategori: Dunia Peternakan - Dibaca: 811 kali

Sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Pascasarjana Fakultas Peternakan UGM terhadap harga daging, Himpunan Mahasisa Pascasarjana (HMP) Fakultas Peternakan UGM menyelenggarakan Sinau Bareng bertema “Menghadapi Kenaikan Harga Daging Menjelang Hari Raya”, Kamis (20/4) di Fakultas Peternakan. Agenda bulanan tersebut sekaligus menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk merumuskan solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat peternakan. Agung Irawan, S.Pt dan Prof. Ir. I Gede Suparta Budisatria, M.Sc., Ph.D. hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut.

Agung menjelaskan bahwa fluktuasi harga daging terutama menjelang Idul Fitri disebabkan oleh tidak seimbangnya supply dan demand dan belum tercapainya swasembada daging di Indonesia. Disamping itu, juga disebabkan oleh faktor politis dan permainan isu yang dimainkan oleh sekelompok orang pada saat-saat tertentu.

Terkait dengan isu supply demand tersebut, Gede mengatakan akan sangat sulit memenuhi faktor suplai dari dalam negeri. Menurutnya, orientasi peternak dalam memelihara ternak terutama sapi masih belum sejalan dengan visi dan misi pemerintah. “Peternak memelihara sapi itu dengan modus multiple purposes, yang umumnya bukan untuk orientasi bisnis. Sehingga omong kosong jika ingin mencapai swasembada dalam lima tahun dengan program ini-itu,” bebernya dihadapan mahasiswa S1 hingga S3 Fakultas Peternakan UGM siang itu.

Senada dengan Gede, Agung mengatakan sudah saatnya pemerintah merumuskan dan memperbaiki kembali orientasi pembangunan peternakan Indonesia jangka panjang. “Tidak akan ada hasilnya jika setiap pergantian menteri (Menteri Pertanian, red.), program swasembada daging sapi kembali digaungkan akan tetapi pemerintah tidak mengukur diri dan tidak rasional, maunya cepat swasembada dari tahun ke tahun. Ini harus dievaluasi apakah masih relevan. Hal ini sangat penting mengingat dasar permasalahan harga dan sebagainya berawal dari isu swasembada dan kekurangan stok daging sehingga lahirlah kebijakan impor itu,” paparnya.

Gede menambahkan, untuk menstabilkan harga daging sapi diperlukan evaluasi dan perbaikan berbagai kebijakan. Perbaikan kebijakan tersebut mulai dari kebijakan importasi, perdagangan, pasar, tarif, dan penciptaan inovasi yang dapat mendekatkan konsumen dengan peternak selaku produsen. Namun, masalahnya tidak sesederhana itu. Disisi lain, Ia juga mengkritik berbagai kebijakan pemerintah yang kurang tepat seperti kebijakan importasi berbasis zone base.  (Dhila-Agung/HMP Fapet)

Sumber gambar: www.vemale.com





Rilis Berita