Fakultas Peternakan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Rabu, 17 Mei 2017 - 08:12:50 WIB

Capai Target Ranking 450 Dunia, UGM Utamakan Pembangunan SDM Bernalar Kritis

Diposting oleh : sekretariat
Kategori: Fakultas - Dibaca: 204 kali

Jakarta, Aktual.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai kampus perjuangan diharapkan untuk mengutamakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dosen dan mahasiswa yang kompeten. Selain itu, juga memiliki daya nalar kritis sebab hal ini menjadi salah satu syarat bagi UGM untuk mencapai target ranking 450 dunia.

“Bagi masyarakat akademis, berfikir kritis sudah seharusnya menjadi sebuah kebiasaan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu berawal dari hasil karya orang-orang yang menggunakan akal pikirnya secara kritis dan analitis untuk menjawab aneka persoalan dan tantangan yang dihadapi beserta alternatif solusinya,” kata Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof. Dr. Ali Agus di Yogyakarta, Minggu (2/4).

Menurut Prof Ali, insan akademik, ilmuwan atau cendikia tulen tidak membiasakan dirinya untuk mudah berfikir negatif apalagi berburuk sangka, juga tidak terlalu mudah percaya atas segala informasi baru karena akan mengurangi daya nalar kritisnya. Sebab berfikir kritis analitis dan berani mengemukakan gagasan yang diyakininya benar dan baik, adalah salah satu ciri utama insan cendikia.

“Di samping itu, buah pikirnya diperuntukkan bagi sebesar-besarnya kemanfaatan, kebaikan dan kebahagiaan manusia (yang bhineka) dan alam sekitarnya,” jelas Prof Ali.

Lebih jauh, Prof Ali mengatakan bahwa kebhinekaan yang dimuat dalam Pancasila merupakan semangat yang harus terus dikembangkan dalam menjalankan kepemimpinan di UGM, sehingga menjadikan UGM sebagai “Rumah Besar” bagi seluruh civitas akademika di lingkungan Kampus Perjuangan itu.

“Bahkan setiap dosen, karyawan (tenaga kependidikan) dan mahasiswa harus memahami nilai-nilai dan budaya ini, yaitu nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya.

Disamping konsep kebhinekaan, konteks keadilan gender dan ramah difabel harus dikembangkan. Pada hakikatnya setiap orang memiliki risiko menjadi difabel dengan berbagai alasan. Oleh karena itu, sesama manusia juga antara laki-laki dan perempuan adalah setara, mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama. Dalam konteks UGM sebagai universitas pusat kebudayaan, maka kepemimpinan baru nanti harus dapat menjamin adanya keadilan gender dan mampu mencegah munculnya kebijakan atau praktik diskriminasi, segregasi, dan eksklusi berbasis perbedaan gender.

“Mendukung kredo ‘Hamemayu Hayuning Bawono’ yaitu mempercantik dunia yang sudah cantik nan indah ini, yang artinya UGM dan output yang dihasilkan untuk menebar aura kebaikan dan kebahagiaan kepada sesama manusia dan alam. Daya kritis insan UGM dioptimalkan untuk merangkai, menemukan titik-titik simpul kebhinekaan sebagai cara pandang positif dalam budaya pembelajaran menuju sinergisitas gerak sehingga menjadikannya sebagai aset untuk membangun bangsa,” tandas Prof Ali.

Sumber: http://www.aktual.com/capai-target-ranking-450-dunia-ugm-utamakan-pembangunan-sdm-bernalar-kritis/





Rilis Berita