Fakultas Peternakan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Rabu, 17 Mei 2017 - 08:27:45 WIB

Gerakan Antikorupsi Bisa Dimulai dari Pangan

Diposting oleh : sekretariat
Kategori: Dunia Peternakan - Dibaca: 644 kali

YOGYAKARTA – Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Dr Ali Agus mengatakan, gerakan antikorupsi sebenarnya dapat dimulai dari pangan. Bahkan, pangan juga diyakini mampu mensinergikan seluruh potensi yang ada di lingkungan kampus UGM.

 

“Isu pangan dapat menjadi lokomotif untuk mewujudkan target UGM meraih ranking 450 dunia pada tahun 2018,” kata Prof Dr Ali Agus dalam siaran persnya menjelang pemilihan Rektor UGM periode tahun 2017–2022, di Yogyakarta, Selasa (4/4).

 

Persoalan pangan saat ini, kata dia, tidak hanya menjadi isu domestik tetapi juga isu dunia internasional. Kelaparan, status kurang gizi, kemiskinan, ketimpangan ekonomi hingga berbagai penyakit masa kini seperti darah tinggi, gula darah tinggi, kholesterol, gagal ginjal, kanker, strok, obesitas dan lain-lain sangat terkait dengan pangan. Jumlah, mutu dan keterjangkaun pangan secara berkelanjutan menjadi isu sangat strategis bahkan menjadi prioritas utama bagi pemerintahan negara manapun di dunia ini.

 

Menurut Ali, keterkaitan antara pertanian (hutan, tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan) sebagai penghasil bahan pangan, dan hubugannya dengan kesehatan, kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat sangatlah erat. Berbagai penyakit metabolik yang mendominasi kejadian sakit pada masyarakat modern ini disebabkan karen faktor makanan.

 

“Oleh karena itu, pangan dan kesehatan juga dapat menjadi pemersatu yang mampu mensinergikan kerja seluruh Fakultas di lingkungan UGM, untuk mencapai target-target besar yang ditetapkan. Pangan menjadi kebutuhan pokok yang tak terhindarkan dalam kehidupan manusia sehari hari,” terang Prof Ali.

 

Ia menjelaskan, bahwa persiapan dan pemenuhan pangan bersentuhan langsung dengan banyak sektor lain. Pangan berkualitas yang bergizi dan bebas aneka cemaran (kimia biologi antibiotika) akan menghasilkan kesehatan yang baik pula. Bahkan, kata Prof Ali, apa yang dimakan manusia diyakini dapat mempengaruhi karakter dan kesehatan manusia tersebut.

Hal ini, jelasnya, sebenarnya pembinaan mental civitas akademika UGM juga untuk tidak memakan apa yang bukan hak setiap orang. Sebab konsep dasar korupsi adalah “memakan” yang bukan haknya. Hal itu menjadi tugas UGM kepada warganya dalam memberikan rasa aman, nyaman dan pendapatan yang cukup agar dapat menjadi pelopor gerakan anti korupsi.

 

“Maka jangan makan apa yang bukan hak kita. Karena itu, gerakan antikorupsi dapat dimulai dengan memakan makanan yang menjadi hak kita. Kalau bukan hak kita, jangan diambil karena itu nantinya akan menjadi masalah di dalam tubuh kita. Jangan pula memberi makan keluarga kita dengan yang bukan berasal dari keringat kita sendiri. Budaya ini rasanya perlu juga dikembangkan di dunia kampus. Sehingga sebenarnya gerakan antikorupsi itu bisa dimulai dari pangan. Ayo kita makan makanan yang memang menjadi hak kita dan kita makan secukupnya dengan makanan yang berkualitas,” papar Prof Ali.

 

Penelitian Inovatif Solutif
Ia menuturkan, bahwa capaian penelitian UGM penting untuk semakin meningkatkan konfidensi civitas academika dalam meraih ranking top dunia. Meski demikian, hal penting lainnya yang harus diingat adalah, prestasi tinggi harus dibarengi dengan tingkat kejujuran yang tinggi sebagai seorang ilmuwan.


Ali mengatakan, berbekal pengalaman sebagai dekan pada tahun 2016 lalu, Fakultas Peternakan UGM telah mempublikasikan hasil penelitian, baik nasional maupun internasional, termasuk internasional yang terindeks scopus. Bahkan, Fakultas Peternakan, pada tahun 2015 dan 2016 tercatat sebagai Fakultas dengan prestasi rasio publikasi dosen tertinggi diantara 18 Fakultas dan dua sekolah di lingkungan UGM yaitu mencapai 2,51 dan 2,74.

“Kami terus melakukan inovasi untuk mengembangkan produk pangan hasil ternak yang akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Sebab dengan kesehatan yang terpelihara baik, akan menjauhkan masyarakat dari penyakit degeneratif. Sehingga mampu bekerja dengan baik dan produktif untuk menghasilkan kesejahteraannya. Saat itulah dibutuhkan sinergi dari seluruh Fakultas lain untuk saling bahu-membahu berkontribusi bagi pembangunan,” terang Prof Ali. (gor)

Sumber: http://id.beritasatu.com/national/gerakan-antikorupsi-bisa-dimulai-dari-pangan/158484





Rilis Berita