Fakultas Peternakan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Selasa, 04 Juli 2017 - 16:23:53 WIB

Fapet UGM Temukan Antibodi Unggas Indonesia

Diposting oleh : sekretariat
Kategori: Fakultas - Dibaca: 1003 kali

SLEMAN, KRJOGJA.com - Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menemukan probiotik asli ayam kampung Indonesia, yang salah satu fungsinya sebagai antibodi bagi unggas di dalam negeri. Tanpa pengendalian penggunaan antibiotik pada unggas, akan meningkatkan kasus mikroba kebal terhadap antibiotik. Dampaknya, akan mengancam kesehatan manusia, keberlanjutan produksi pangan maupun pembangunan nasional.

Hal itu diungkapkan oleh Prof. Dr. Ir. Sri Harimurti, S.U., pada Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Ternak Unggas, Fakultas Peternakan-UGM, bertajuk 'Peran Probiotik Bakteri Asam Laktat pada Industri Perunggasan Sekarang dan Masa Depan' yang disampaikan di Balai Senat UGM, Selasa (4/7/2017).

Dia mengatakan, probiotik bakteri asam laktat asli Indonesia yang ditemukan UGM, masing-masing atau secara bersamaan berpotensi sebagai anti diare ayam, yaitu ayam mampu bertahan terhadap infeksi Salmonella pullorum, dan sekaligus mampu sebagai pemacu pertumbuhan ayam. Total probiotik itu sendiri, lanjutnya, lebih dari 20 strain unggul, dan yang paling baik terdiri atas tiga strain, yaitu Lactobacillus murinus Ar3, Streptococcus thermophilus Kd2, dan Pediococcus acidilactici Kp6.

Prof. Hari, panggilan akrab Prof. Dr. Sri Harimurti, mengatakan berdasarkan berbagai penelitian salah satu alternatif pengganti antibiotik pada unggas adalah probiotik. Pemberian probiotik diharapkan berfungsi untuk menjaga kesehatan usus ayam (saluran pencernaan), disamping sebagai pemacu pertumbuhan, sehingga tersedia pangan produk unggas berupa daging dan telur yang baik, sehat, serta terbebas dari residu antibiotik.


Menurut Prof. Hari temuan itu bermula dari banyaknya kejadian infeksi bakteri patogen yang menyebabkan diare (diarrhea) pada peternakan ayam di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang diduga penyebabnya adalah dari serotype Salmonella enterica, Escherichia coli dan Campilobacter jejuni. Diare ayam dapat dicegah bilamana ayam yang dipelihara secara intensif terkontrol baik perkandangan maupun lingkungannya dengan mengikuti aturan biosekuriti yang sudah ditetapkan.

Umumnya, jelas dia, pemicu yang dijumpai antara lain buruknya drainase di perkandangan dan sanitasi kandang, maupun pengelolaan litter atau suatu tipe alas kandang ayam yang tidak layak. Jalan pintas yang banyak dijumpai dan umum dilakukan oleh para peternak adalah mengandalkan pemberian antibiotik sebagai aditif, yang mereka targetkan sebagai pembasmi infeksi bakteri sekaligus untuk pemacu pertumbuhan ayam. (*)

Link terkait:

http://id.beritasatu.com/home/fapet-ugm-temukan-antibodi-unggas-indonesia/162182





Rilis Berita