Fakultas Peternakan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jumat, 14 Juli 2017 - 15:32:24 WIB

Sweet Sundae Ice Cream: Cita Rasa Lokal Yang Siap Mengglobal

Diposting oleh : sekretariat
Kategori: Alumni - Dibaca: 761 kali

 

Eat locally think globally, itulah semboyan yang kini giat dikampanyekan oleh Andromeda Sindoro, pemilik Sweet Sundae Ice Cream yang juga alumni Fakultas Peternakan UGM. Cita rasa lokal ia hadirkan dalam es krim yang dibuat khusus untuk masyarakat Indonesia, yaitu es krim rasa beras kencur dan red velvet, yang diproduksi di bawah merk premiumnya, Ademuy. Dengan menggunakan bahan-bahan natural dan organik, Sweet Sundae Ice Cream sudah hadir di 17 kabupaten di Indonesia, mulai dari Medan hingga Makassar.  

Dari Coba-coba Hingga ke Jakarta

Sweet Sundae Ice Cream lahir dari keprihatinan Andromeda terhadap para peternak yang susunya dibeli dengan harga murah. Petani tidak memiliki pilihan dalam menjual susu, oleh karenanya susu dari para peternak lokal ia beli dengan harga yang lebih baik. Di tangannya, susu tersebut ia olah menjadi es krim berkualitas tinggi.

Andro, panggilan akrab Andromeda, pertama kali membuat es krim ketika melaksanakan praktikum pembuatan es krim di semester empat. Ia lalu mencoba membuat es krim sendiri dan beberapa orang yang diminta mencicipi es krim buatannya mengaku menyukai es krim tersebut. Kemudian, Andro memutuskan untuk membeli susu dari peternak dengan harga yang lebih baik tetapi dengan kualitas yang ditentukan.

Kerja sama dengan petani tersebut berlanjut hingga kini ketika dirinya telah lulus dan berhasil mengembangkan Sweet Sundae Ice Cream di beberapa daerah di Indonesia. Namun, kesuksesannya tersebut tidak berarti diraih dengan mudah. Pengalaman tak terlupakan yang Andro temui adalah saat dirinya berusaha keluar dari zona nyaman. “Kami berusaha menggebrak apa yang tadinya kami pikir tidak mungkin. Pertama kami buka gerai di Jogja, kemudian berpikir untuk buka di luar Jogja. Terpikir oleh saya, mungkin ga mengirim es krim ke Jakarta? Kami coba berbagai metode dan akhirnya berhasil. Akhirnya, kami bisa buka di Jakarta,” kenang Andro ketika ditemui di Fakultas Peternakan UGM awal Juli lalu.

Tahun depan, Andro mendapatkan kesempatan mengikuti pameran franchise di Jakarta yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI. Pameran ini merupakan kesempatan yang bagus karena ia dapat bertemu dengan lebih banyak distributor. Selain itu, dirinya juga akan mendapatkan stan dari Kementerian Perdagangan RI untuk mengikuti pameran di Malaysia. “Bantuan dari pemerintah banyak. Adik-adik harus bisa mengakses ini. Jadi, untuk meraih sesuatu butuh sesuatu yang lebih ngoyo. Oya, tahun ini juga ada banyak beasiswa LPDP yang dapat diakses oleh adik-adik yang berwirausaha. Dengan bertambahnya ilmu, akan bertambah pula inteligensi untuk mengelola bisnis,” terangnya.

Es Krim Lokal dan Natural

Menggunakan bahan-bahan lokal dan natural merupakan komitmen Andro dalam memproduksi es krim. “Susu dan telur sebagai bahan baku pembuat es krim disuplai dari para peternak di Kaliurang, sementara itu gula disuplai dari Madukismo. Kami juga tidak menggunakan pemanis buatan dan perasa susu,” ujar Andro yang menjalankan bisnis bersama istrinya, Yuki Rahmayanti.

Andro menjelaskan, banyak peternak yang bersedia menyuplai susu untuk Sweet Sundae Ice Cream. Di Kaliurang , ada 3 kelompok ternak yang bersedia menyuplai susu. Di Ambarawa, bekerja sama dengan Bank Indonesia Jateng, ada 4000 peternak yang dibuatkan kandang yang ternaknya menghasilkan susu berlebih.  Peternak di daerah tersebut menyuplai susu hingga ke pabrik di Jawa Barat, tetapi susu akan ditolak apabila mengalami kerusakan. Oleh karena itu, mereka tertarik untuk menyuplai susu ke Sweet Sundae Ice Cream.

Sweet Sundae Ice Cream juga hanya menggunakan sedikit pengembang sehingga es krimnya lebih padat. Karena kelebihan inilah, es krim Andro kini menjadi langganan hotel, restaurant, dan catering (horeca). Dalam hal pelayanan, Andro pun menerapkan prinsip “pesan hari ini, antar hari ini”, karena horeca sangat membutuhkan kecepatan pelayanan. Andro berharap, produk-produk yang diproduksi Sweet Sundae Ice Cream bisa masuk di seluruh pasar di indoesia dan pada akhirnya dapat menggantikan produk-produk yang dipakai horeca yang diimpor dari luar negeri.

Namun, cita-citanya masih harus dihadapkan pada kenyataan bahwa belum banyak dukungan pemerintah terhadap produk lokal. “Belum banyak kebijakan pemerintah yang mendukung untuk menekan impor susu, yaitu dengan menciptakan produk lokal. Saat ini ada banyak es krim dari luar negeri. Tujuan utama saya mampu membantu menekan impor susu dengan menciptakan produk lokal,” jelas Andro.

Selain itu, Andro memandang masih terbatasnya ilmu kewirausahaan yang dimiliki mahasiswa. “Menurut saya, diperlukan ilmu pure business bagi mahasiswa yang akan berwirausaha. Akan bagus jika ada mata kuliah yang lebih fokus ke produksi dan sosial,” kata Andro.

Tips Berwirausaha Ala Andromeda

“Jika ingin berwirusaha, tips pertama adalah segeralah mulai. Jangan takut buat inovasi. Inovasi harus dibuat “gila”, sesuatu yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Sweet Sundae Ice Cream adalah satu-satunya yang pernah membuat es krim dari buah mangrove. Pernah juga kami membuat es krim rasa vanila sorgum. Es krim tersebut khusus kami buat untuk Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY yang memiliki binaan petani-petani mangrove,” ujar Andro. Menurutnya, bisnis tanpa inovasi pasti akan mati.

Andro menilai, semangat berwirausaha mahasiswa sudah baik, sayangnya brand mereka hanya bertahan dua hingga tiga tahun. “Karena tidak telaten, brand produk yang bagus mati. Padahal, perlu waktu bagi sebuah brand untuk melekat di hati konsumen. Kalau di Jogja yang menurut saya kota paling nyaman se-dunia saja tidak bisa bertahan, bagaimana di tempat lain?” kata Andro.

Logo juga menjadi bagian penting dalam berwirausaha. Menurut Andro, orang membeli suatu produk bukan karena produk itu sendiri, tetapi karena namanya. “Jadi, yang penting adalah telaten, berinovasi, dan jangan takut. Tidak ada usaha yang sia sia. Yang penting melangkah dulu. Kalau tidak sesuai dengan harapan, ya nanti, anggap saja ini ongkos belajar. Insya Allah akan ada saatnya kita menemukan celah untuk mengalahkan “raksasa-raksasa” yang ada,” ujar Andro. (Humas Fapet/Nadia)





Rilis Berita