Fakultas Peternakan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jumat, 21 Juli 2017 - 15:21:46 WIB

Fapet UGM Tingkatkan Kurikulum Menjadi Level Dunia

Diposting oleh : sekretariat
Kategori: Fakultas - Dibaca: 749 kali

Caption Foto: Dekan Fapet UGM Prof Dr. Ali Agus (empat kanan), dan Wakil Dekan Fapet UGM Prof Budi Guntoro, Ph.D (dua kanan), bersama para peserta SEANAS lainnya berfoto di sela kegiatan SEANAS ke-6 yang berlangsung pada 20-22 Juli 2017, di Hanoi-Vietnam. Pertemuan SEANAS itu diharapkan semakin meningkatkan kurikulum Fapet UGM di kancah internasional.)

KORANBOGOR.com,HANOI–Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah berupaya untuk meningkatkan kurikulum pelajarannya menjadi kurikulum berlevel dunia. Penguatan jejaring kurikulum terus dikembangkan bersama dengan berbagai universitas di tingkat internasional, khususnya pada bidang peternakan atau animal science.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Dekan Fapet UGM Prof. Budi Guntoro dalam siaran persnya, saat mengikuti pertemuan ke-6 South East Asia Network for Animal Science (SEANAS), bertajuk “Strengthen Network and Harmonize Asean Curriculum in Animal Science”, yang berlangsung di Vietnam National University of Agriculture pada 20-22 Juli 2017, Hanoi, Vietnam, Kamis (21/07/2017).

“Salah satu agenda Fapet UGM mengikuti pertemuan SEANAS ini, untuk semakin meningkatkan kurikulum Fapet UGM menjadi level dunia,” ujar Prof Budi.

Ia menjelaskan, bahwa pertemuan SEANAS dilakukan secara regular dengan lokasi berbeda dari setiap negara anggotanya. Pertemuan I hingga IV, kata dia, diadakan di UGM sejak tahun 2009-2014. Sementara pertemuan V diadakan tahun 2015 lalu di Chiang Mai, Thailand.

“Pertemuan SEANAS ke-6 agendanya diadakan tahun 2016 lalu di Jepang. Namun karena panitianya berhalangan, maka ditunda menjadi saat ini,” terang Prof Budi.

Tujuan pertemuan itu, lanjut dia, adalah untuk meningkatkan jejaring antar universitas di Asean terkait penyusunan kurikulum pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa program studi animal science.

“Sehingga, setiap mahasiswa dari lintas negara dan lintas kampus di Asean, dapat mengambil mata kuliah berbeda di setiap kampus yang menjadi anggota SEANAS. Misalnya, mahasiswa dari Laos dapat mengikuti perkuliahan di Fapet UGM, dan nilainya akan diakui di kampus yang bersangkutan,” terang Prof Budi.

Tingkat Dunia

Prof Budi menuturkan, bahwa target Fapet UGM adalah untuk meningkatkan kualitas kurikulum di level dunia. Sehingga pada akhirnya, tambah dia, semakin meningkat mobilitas mahasiswa dan perguruan tinggi yang ingin belajar dari dan ke Fapet UGM.

“Sasaran Fapet UGM selanjutnya adalah masuk dalam level dunia untuk kurikulum pembelajaran. Sebab pada tahun 2013 lalu, kemampuan kita sudah masuk dan diakui pada level ASEAN. Baru pertama kalinya bidang agro, khususnya peternakan UGM menerima penghargaan pada tahun  2013 itu,” papar Prof Budi.

Lebih jauh Prof Budi mengatakan, beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan target tersebut adalah, melakukan student exchange antar mahasiswa sesama anggota SEANAS, melakukan penelitian, dan berbagai kegiatan akademik lainnya.

“Kami menargetkan kualitas dan kemampuan mahasiswa Fapet UGM harus setara dengan kualitas mahasiswa program yang sama di tingkat Asean dan dunia,” ungkap Prof Budi.

Visitasi ASIIN

Prof Budi menambahkan, pada November 2017 mendatang pihaknya menanti kedatangan tim akreditasi dari Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieeurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik e.V. (ASIIN). Kedatangan tim ASIIN tersebut dalam rangka visitasi untuk memberikan penilaian akreditasi terhadap kurikulum Fapet UGM pada tingkat dunia.

“November 2017 mendatang, visitasi untuk tingkat dunia akan dilakukan oleh ASIIN atau suatu lembaga akreditasi dunia yang berpusat di Jerman, pada bidang agronomi, life science. Jadi berdasarkan standar Eropa,” terang Prof Budi.

Artinya, tambah dia, kurikukum Fapet UGM sudah diakui di tingkat internasional dan Eropa. Akreditasi ASIIN, kata dia, merupakan penilaian yang tidak ternilai bagi seluruh civitas akademika.

“Dan pertemuan SEANAS kali ini sebagai network bagi setiap pimpinan perguruan tinggi di bidang peternakan pada kawasan Asean. Seperti forum Dekan Fapet se-Asean,” tandas Prof Budi.

(Red/Fapet UGM)

Sumber: https://koranbogor.com/berita/2017/07/20/fapet-ugm-tingkatkan-kurikulum-menjadi-level-dunia

Link Terkait:

http://dunia.rmol.co/read/2017/07/21/299877/Fapet-UGM-Tingkatkan-Kurikulum-Jadi-Level-Dunia-





Rilis Berita