Fakultas Peternakan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:30:33 WIB

Fapet UGM Bekali Calon Wisudawan Dengan Soft Skill

Diposting oleh : sekretariat
Kategori: Alumni - Dibaca: 627 kali

Fakultas Peternakan (Fapet) UGM membekali calon wisudawan dengan soft skill. Pembekalan ini diberikan dalam rangka memberikan gambaran nyata industri peternakan kepada lulusan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dekan Fapet UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA saat memberikan sambutan dalam Pelatihan Peningkatan Kompetensi bagi calon wisudawan periode Agustus 2017, Senin (14/8) di kampus Fapet UGM. “Pembekalan seperti ini telah kami lakukan sejak beberapa tahun terakhir ini. Salah satu bekal yang perlu didapat lulusan adalah teknik wawancara pada saat melamar pekerjaan. Saat ini, simbol-simbol dalam bersikap sudah banyak dilupakan. Padahal, justru hal itulah yang dibutuhkan di dunia kerja,” ujar Dekan.

Dekan mencontohkan simbol-simbol dalam bersikap melalui sebuah pepatah Jawa yang berbunyi esem bupati, semon mantri, dupak kuli. Esem bupati berarti penolakan secara halus, semon mantri berarti sindiran, dan dupak kuli adalah penolakan secara langsung. “Simbol-simbol bersikap seperti itu tidak banyak diajarkan di dalam pedidikan formal. Jadi, bahasa tubuh mohon diperhatikan,” jelas Dekan. Hal-hal lain yang juga harus ada dalam diri lulusan adalah tidak egois, dapat bekerja sama dengan tim, dan tidak emosional.

Dekan berharap, Sapta Pesona Diri Civitas Akademika Fakultas Peternakan tidak hanya diucapkan, tetapi juga dipraktikkan. “Dengan adanya Sapta Pesona, saya berharap civitas akademika Fapet UGM telah memiliki gambaran mengenai soft skill ini. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan yang kuat dalam membangun dan memperluas network ,” ujar Dekan.

Teknik Wawancara

Psikolog dan dosen Fakultas Psikologi UGM, Haryanta, S.Psi., Psi., M.A., mengatakan, agar seseorang berhasil dalam wawancara kerja, harus dipersiapkan sebaik mungkin. “Persiapkan diri untuk menghadapi wawancara. Latih diri Saudara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara dengan menulis poin-poin penting,” ujar Haryanta saat memberikan materi dalam acara tersebut.

Haryanta menjelaskan, seorang pelamar kerja harus memiliki kemampuan relaksasi yang baik dalam wawancara. “Dalam wawancara akan ditemui terror-teror psikologi, untuk itu, penting untuk memiliki kemampuan relaksasi yang baik. Menurut pengalaman saya selama ini, seseorang yang diwawancarai sebagian besar berada dalam kondisi tegang,” jelas Haryanta.

Haryanta menambahkan, para pelamar kerja sering menemui kegagalan karena sikap yang tidak bagus. “Pewawancara seringkali gagal karena hal-hal kecil seperti cara bersalaman, cara menutup pintu, dan sebagainya. Untuk itu, perlu diperhatikan sikap saat wawancara. Selain itu, sumber kegagalan lain adalah suka melebih-lebihkan sesuatu. Pelamar juga harus berhati-hati ketika ditanyai mengenai pribadi seseorang,” kata Haryanta. (Humas Fapet/Nadia)

Gambar: http://hisuccess.net/communication-soft-skill-training-in-chennai.php





Rilis Berita