Fakultas Peternakan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:35:32 WIB

Fapet UGM Terjunkan Mahasiswa ke Daerah Rawan Pangan

Diposting oleh : sekretariat
Kategori: Fakultas - Dibaca: 443 kali

Pusat Kebijakan Pembangunan Peternakan Nasional (Puskapena) Fakultas Peternakan (Fapet) UGM menerjunkan delapan mahasiswa ke kabupaten rawan pangan, yaitu Aceh Singkil, Sambas, Lombok Timur, Jeneponto, Kepulauan Sula, Seram Bagian Timur, Keerom, dan Boven Digoel pada Agustus—November 2017. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Fapet UGM dengan Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia yang ditujukan untuk mengentaskan kawasan rawan pangan menuju tangguh pangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Puskapena Fapet UGM, Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Sc., Ph.D. ketika ditemui di Kampus Fapet UGM Jumat, (18/8). “Delapan pendamping merupakan ahli bidang pada sektor agro, yaitu pertanian, peternakan, dan teknologi pertanian. Para sarjana ahli tersebut membantu optimalisasi fasilitasi program bantuan dari Direktorat Rawan Pangan dalam mengentaskan kawasan rawan pangan berdasarkan sistem usaha agro yang terpadu (integrated farming system) yang mengacu pada karakteristik dan potensi lokal masing-masing wilayah,” jelas Ambar.

Ambar menambahkan, pendamping diharapkan mampu melakukan sosial mapping terhadap daerah lokus rawan pangan,  menyusun program pengembangan daerah berbasis local wisdom, membantu meningkatkan kompetensi masyarakat daerah rawan pangan dalam kegitan usaha produktif di bidang agro, dan optimasilasi operasional fasilitasi bantuan dari Direktorat Pengembangan Rawan Pangan. “Berdasarkan output kegiatan tersebut, pendamping dibekali dengan materi-materi dasar yang membantu dalam menjalankan program kerja. Pembekalan telah dilakukan pada 10-11 Agustus 2017 lalu,” ujar Ambar.

Materi-materi yang diberikan kepada para pendamping antara lain mengenai pemetaan potensi kawasan serta pendekatan sosial, diversifikasi produk peternakan, pemberdayaan wanita untuk pemanfaatan sumberdaya lokal dalam pengentasan rawan pangan, dan beberapa materi lain. (Humas Fapet/Nadia)





Rilis Berita