Pos oleh :

satria.ardhi.n

Jawab Persoalan Swasembada Pakan Ternak, Rumput Gama Umami Dikenalkan Lewat KKN

Persoalan swasembada pakan ternak di tanah air masih menjadi persoalan. Misalnya di NTT maupun NTB yang selama ini dikenal sebagai sentra ternak sapi, kualitas dan kuantitas pakan ternak masih menjadi pekerjaan rumah.

Menjawab persoalan tersebut peneliti Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menyosialisasikan rumput Gama Umami kepada lebih dari 50 mahasiswa calon peserta KKN Tahun 2024 Periode II, Kamis (6/6).

Melalui sosialisasi ini diharapkan mahasiswa yang mempunyai program kerja KKN menanam rumput Gama Umami tidak terjadi ‘kesalahan’ di lapangan. Kemungkinan tersebut bisa saja terjadi misalnya ketika dibawa ke luar Jawa. ”Bisa saja karena misalnya kondisi tanah di sana berbeda. Maka kita perlu beri bimbingan kepada para mahasiswa,”katanya. read more

Delegasi Prodi Peternakan UIN Alauddin Makassar Kunjungi Fapet UGM

Delegasi Program Studi Peternakan Fakultas Sains Teknologi dan Peternakan UIN Alauddin Makassar mengunjungi Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Rabu (5/6). Rombongan dipimpin Kaprodi Peternakan, Amriana Hifzah, S.Pt., M.Anim., St., Ph.D. dan Sekretaris Prodi, M. Arsan Jamili, S.Pt., M.Si.

Rombongan diterima jajaran pimpinan Fapet UGM, yaitu Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Ir. Yuny Erwanto,  S.Pt., MP., Ph.D., IPM., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra,  S.Pt., M.Sc. Ph.D., IPM., ASEAN Eng. dan Sekretaris Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan, Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agri., Ph.D., IPP. read more

Kenali Potensi Bahaya Saat Penyembelihan Hewan Kurban

Ketua Juru Sembelih Halal (JULEHA) DIY, Ir. Cuk Tri Noviandi, S.Pt., M.Anim.St., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., mengingatkan kepada para juru sembelih hewan kurban untuk mengenali beberapa potensi bahaya pada saat proses penyembelihan. Beberapa hal yang sering terjadi dan menimbulkan risiko bagi pekerja penyembelih hewan kurban, antara lain tertendang sapi saat mengikat atau handling sapi, tersayat pisau, terhantam kepala saat sapi tiba-tiba bergerak hingga tertimpa hook/pisau yang jatuh dari atas.

“Potensi bahaya tersebut tidak akan terjadi jika petugas penyembelih sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap,”papar Cuk saat mengisi Pelatihan Penyembelihan Hewan dan Penanganan Daging Kurban Yang Higienis, Selasa (4/6) di R. Auditorium Drh. R. Soepardjo Fakultas Peternakan. Pelatihan diadakan selama dua hari, 4-5 Juni 2024. read more

Kementan Gandeng Perguruan Tinggi Dongkrak Produksi dan Tingkat Konsumsi Susu

Kementerian Pertanian (Kementan) RI akan melibatkan berbagai stakeholder termasuk perguruan tinggi untuk mendongkrak produksi sekaligus tingkat konsumsi susu nasional. Hal ini ditegaskan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah, dalam Sarasehan Sinergi Antar Stakeholder Dalam Membangun SDM Melalui Industri Persusuan, Sabtu (1/6) di Fakultas Peternakan UGM.

“Ini momentum strategis bagaimana melangkah bersama memajukan pembangunan peternakan nasional. Maka kita melibatkan berbagai stakeholder termasuk di dalamnya peguruan tinggi,”kata Nasrullah. read more

Peringati Hari Susu Nusantara, Ratusan Anak di Yogyakarta Ikuti Minum Susu Bersama di Fapet UGM

Memperingati Hari Susu Nusantara dan Sedunia pada Sabtu (1/6), Fakultas Peternakan UGM bersama Kementerian Pertanian mengadakan acara minum susu bersama ratusan anak-anak TK dan SD di Yogyakarta. Acara yang diadakan di Fakultas Peternakan UGM ini dihadiri Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah.

Dalam sambutannya Nasrullah mengatakan secara kualitas dan kuantitas produksi susu Indonesia saat ini masih kurang. Selain itu, tingkat konsumsi susu masyarakat juga masih rendah jika dibandingkan negara-negara tetangga. Ia memberikan gambaran kebutuhan susu di Indonesia saat ini  mencapai 4,3 juta ton per tahun, sementara produk susu nasional belum sampai 1 juta ton per tahunnya. Dengan demikian  kontribusi dari susu nasional terhadap kebutuhan susu nasional baru sekitar 20% sehingga untuk mencukupinya masih dibutuhkan impor sekitar 80%. read more