Nur Hidayah, mahasiswa S3 Fakultas Peternakan (Fapet) UGM yang pernah mendapatkan hibah riset S3 (PhD Research Fellowship) dari SEARCA pada tahun 2022, berpartisipasi dalam seminar internasional dengan tema “Innovation Meets Education: Building Pathways for Food Security and Resilience to Climate Change”. Konferensi ini diselenggarakan pada 10-12 Februari 2025 di Pattaya, Thailand oleh The Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA) bekerja sama dengan Postgraduate Micro-Credentials in Food Security and Climate Change (PMCFSCC) dan Regional SEARCA Alumni Association (RSAA).
SDGS 1: Tanpa Kemiskinan
Fakultas Peternakan (Fapet) UGM menegaskan komitmennya dalam penanganan permasalahan sampah. Berbagai langkah, kebijakan dan terobosan telah dilakukan. Dalam penyajian hidangan atau kudapan Fapet sudah tidak lagi menggunakan plastik. Penanggung jawab Health Promoting University (HPU) Fapet UGM, Nurma Diani Sekarsih, S.Pd., M.B.A., mengatakan sampah plastik berbahaya dan dapat mencemari lingkungan.
“Maka penyajian hidangan atau kudapan di Fapet menggunakan piring atau kertas,”papar Nurma di sela-sela Deklarasi Hari Peduli Sampah Nasional oleh UGM di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT), Kamis (20/2). Deklarasi dihadiri Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.
Ketertarikannya menggeluti ternak sudah ada sejak kecil. Bapaknya adalah peternak ayam dan entok. Interaksi yang intens dengan ternak membuat Kiagus Abdul Syafei mencintai dunia peternakan. Maka tak heran jika selepas lulus SMA, Kiagus Abdul Syafei memutuskan melanjutkan kuliah di Fakultas Peternakan (Fapet) UGM.
“Bayangan saya waktu itu memiliki rumah makan bebek,”kenang Syafei, Rabu (19/2).
Kecintaannya di dunia ternak juga tercermin saat kuliah. Dari awal hingga akhir studi Syafei rajin membantu kakak angkatannya untuk menjual hewan kurban. Bahkan, selepas lulus Syafei berani mengambil pilihan berbeda dengan temannya yang kebanyakan bekerja di perusahaan. Ia lebih memilih jalan hidup untuk merintis usaha peternakan domba. “Waktu itu dengan bu Vita (seniornya di Fapet UGM) saya mendirikan Sinatria Farm dan sempat membuahkan hasil manis,”kata pria kelahiran Palembang, 17 November 1992 tersebut.
Jumlah guru besar Fakultas Peternakan (Fapet) UGM terus bertambah. Kali ini, Prof. Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Ekonomi Keperilakuan Produk Peternakan, Selasa (18/2) di Balai Senat. Dengan pengukuhan tersebut, Mujtahidah merupakan salah satu dari 525 guru besar aktif di UGM dan 26 dari 52 guru besar aktif di Fapet UGM.
Dalam pengukuhannya sebagai guru besar, Mujtahidah menyampaikan pidato berjudul Transformasi Perilaku Konsumsi Pangan Produk Peternakan dalam Perspektif Ekonomi Malnutrisi.
Mahasiswa pascasarjana Fakultas Peternakan (Fapet) UGM diminta responsif dan berpartisipasi dalam menanggapi isu-isu peternakan maupun kesehatan hewan di tanah air. Hal ini ditegaskan oleh Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., saat memberikan sambutan pada Penerimaan Mahasiswa Baru Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Prodi Magister Ilmu Peternakan, Doktor Ilmu Peternakan dan Program Profesi Insinyur di R. Auditorium drh. R. Soepardjo, Senin (18/2).
“Jangan hanya isu-isu akademik tetapi juga non akademik maupun isu-isu nasional, Anda sekalian harus tampil dan berpartisipasi memberi solusi,”pesan Budi.