Tingginya ketergantungan pada pakan komersial masih menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan budi daya perikanan di Indonesia. Data menunjukkan bahwa pakan menyumbang 60–70% dari total biaya produksi ikan, sementara ketersediaan pakan berkualitas dengan harga terjangkau belum sepenuhnya terpenuhi. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan limbah perikanan dan peternakan yang selama ini kurang dimanfaatkan, padahal jumlahnya mencapai puluhan juta ton per tahun. Pemanfaatan limbah ini tidak hanya dapat menekan biaya produksi, tetapi juga mengurangi pencemaran lingkungan serta mendukung ketahanan pangan nasional.
SDGS 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Ketekunan Haidar Nauca Zhafran di dunia panahan akhirnya membuahkan hasil manis. Mahasiswa angkatan 2025 Fakultas Peternakan (Fapet) UGM ini berhasil lolos seleksi Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) jalur olahraga, berkat prestasinya di tingkat nasional.
Lahir pada 11 April 2007, Haidar telah menggeluti panahan sejak duduk di bangku kelas 4 SD. Ketertarikannya muncul setelah dikenalkan oleh orang tuanya.
“Olahraga ini memiliki risiko cedera yang kecil. Setelah mencoba, saya semakin tertarik, apalagi waktu itu ada teman klub yang masuk Pelatnas,” ujar Haidar, Rabu (13/8).
Awassi adalah jenis domba yang paling umum di Negara-negara Timur Tengah dan satu-satunya breed asli di Yordania. Awassi merupakan tipe ternak untuk produksi daging, susu, dan wol dan telah tersebar lebih dari 30 negara di dunia. Kambing Burja sebagai mitra Industri Polbangtan Malang merupakan importir domba Awassi dan mengembangkan menjadi domba introduksi di Indonesia.
Pengembangan domba Awassi ini dilakukan oleh tim peneliti sekaligus Kaprodi Agribisnis Peternakan Polbangtan Malang, Dr. Dewi Ratih Ayu Daning, S.Pt., M.S., dengan judul penelitian Pengembangan Pakan Indigofera sebagai Pakan Domba Awassi. Fakultas Peternakan (Fapet) UGM yang diketuai oleh Prof. Ir. Yustina Yuni Suryanindiyah, M.S., Ph.D., IPM. menyajikan tema penelitian Identifikasi Karakteristik Ternak, Produksi dan Komposisi Susu, serta Penampilan Reproduksi Domba Awassi dan Silangannya.
Masalah kematian dan abortus pada ternak perah menjadi perhatian serius bagi para peternak di RW 4 dan RW 16, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan. Banyak peternak mengeluhkan kondisi ternak mereka yang melemah setelah melahirkan, bahkan beberapa mengalami kematian. Menanggapi hal tersebut, Salma Nur Azizah, mahasiswi Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Juni-Agustus 2025 memberikan solusi berupa pembuatan dan pemanfaatan mineral blok bagi ternak.
Melalui kegiatan edukasi dan praktik langsung, Salma memperkenalkan cara pembuatan mineral blok yang mudah dan murah dengan bahan-bahan lokal seperti garam, dedak, molase, dan premix. Produk ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan mineral penting yang seringkali terabaikan, terutama pada masa laktasi dan pasca melahirkan. Selain membagikan mineral blok, Salma juga mengajarkan para peternak agar dapat memproduksinya secara mandiri untuk keberlanjutan jangka panjang.
Fakultas Peternakan (Fapet) UGM menjadi salah satu lokasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengembangan Inisiatif dan Orientasi bagi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada 2025. Hadir melakukan Monev yakni Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., didampingi sejumlah pimpinan fakultas.
Selama melakukan Monev pimpinan universitas meninjau beberapa lokasi di Fapet UGM salah satunya ruang kuliah di gedung ASLC. Selain itu, diperlihatkan pula snack dengan tanpa kemasan sehingga ramah lingkungan selama PIONIR dilaksanakan.