Kromium masih menjadi bahan penyamak utama yang paling banyak digunakan di industri penyamakan kulit dunia karena kemampuannya meningkatkan stabilitas kolagen melalui pembentukan ikatan silang. Namun demikian, tingkat penyerapan kromium pada kulit domba masih relatif rendah, sehingga berdampak pada kualitas kulit sekaligus meningkatkan risiko pencemaran lingkungan akibat limbah cair yang mengandung kromium.
Hal ini dikemukakan oleh Gresy Griyanitasari, S.Pt., M.Sc. saat melaksanakan ujian tertutup program doktor Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Senin (26/1). Gresy mempertahankan disertasinya berjudul “Studi Optimasi Proses Penyamakan Utama dan Implikasinya Terhadap Kualitas Kulit Domba Finish”.