Wacana pembukaan investasi asing pada subsektor ayam petelur dinilai perlu dikaji secara cermat di tengah kondisi produksi telur nasional yang justru mengalami surplus. Hal ini disampaikan Guru Besar Sosial Ekonomi Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
Menurut Budi, data menunjukkan produksi telur ayam nasional pada 2024 mencapai sekitar 6,34 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 6,5 juta ton pada 2026. Angka tersebut telah melampaui kebutuhan konsumsi nasional yang berada di kisaran 6,22 juta ton.