• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • UPT Terpadu
  • Penelitian
  • Informasi Publik
  • Surel
  • CDEC
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Peternakan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Nilai-Nilai Etis
    • Pimpinan Fakultas
    • Dosen Fakultas
    • Tenaga Kependidikan
    • Program dan Pusat Kajian
  • Akademik
    • Pendaftaran
    • Departemen
      • Nutrisi Makanan Ternak
      • Sosial Ekonomi Peternakan
      • Teknologi Hasil Ternak
      • Pemuliaan dan Reproduksi Ternak
      • Produksi Ternak
    • Akreditasi
    • Program Musim Panas
    • Unit Pendukung
    • Kalender Akademik
    • Kemahasiswaan
      • Organisasi Kemahasiswaan
      • Asrama Mahasiswa
      • Paparan Internasional
      • Beasiswa
  • Program Studi
    • Sarjana
      • Program Studi S1
      • S1 Internasional
    • Pasca Sarjana
    • Profesi Insinyur
  • Riset
    • Jurnal Yang Diterbitkan
    • Publikasi
      • AAAP
      • IJGS
      • SIMNASTER
    • Buku dan Bab
    • Presentasi
    • Luaran Video
  • Jaringan
    • Internasional
      • Universitas
      • Pemerintah
      • Konsorsium
    • Nasional
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • KAPGAMA
    • CDEC
  • Beranda
  • Berita Fakultas
  • Budidaya dan Usaha Ayam Joper

Budidaya dan Usaha Ayam Joper

  • Berita Fakultas
  • 22 September 2020, 10.24
  • Oleh:
  • 2

Ayam Joper merupakan kepanjangan dari kata Jowo dan Super (sudah persilangan). Ayam ini merupakan keturunan dari hasil persilangan antara jantan ayam kampung dengan betina petelur coklat dengan tujuan untuk produksi daging. Sejak 1990, ayam Joper mulai dilirik pelaku bisnis dan mulai diterima oleh masyarakat sebagai pengganti ayam kampung.

“Ayam Joper muncul karena permintaan pasar akan daging ayam kampung meningkat. Dalam persilangan ini, digunakan tetua jantan ayam kampung dengan tetua betina ayam petelur karena diharapkan keturunannya mempunyai sifat ayam kampung yaitu postur tubuh, warna bulu, panjang dan warna cakar serta rasa juga tekstur daging seperti ayam kampung,” ujar Prof. Ir. Wihandoyo, M.S., Ph.D dalam acara Obrolan Peternakan (OPERA) bertajuk Budidaya dan Usaha Ayam Joper yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (16/9).

Wihandoyo menambahkan, tetua betina ayam petelur memproduksi banyak telur dan tidak mengeram sehingga DOC bisa diproduksi setiap waktu. Konsumsi pakan sedikit dan laju pertumbuhan lebih cepat dibandingkan ayam kampung. Pertumbuhan ayam kampung yang dibiarkan berkeliaran dan yang dipelihara secara intensif menunjukkan perbedaan. Pada umur 16 minggu, ayam jantan yang dibiarkan berkeliaran berbobot 681 gram, sementara yang dipelihara secara intensif mencapai bobot 1086 gram.

“Tahun 2003 merupakan tahun kelam dunia perunggasan karena muncul penyakit flu burung yang berdampaik luar biasa termasuk terhadap ayam Joper. Populasi ayam kampung tinggal 30% dan masyarakat tidak berani mengonsumsi produk unggas. Masyarakat juga tidak mau beternak ayam karena takut tertular virus AI. Industri perunggasan mulai sektor pembibitan, penetasan, petelur, broiler, pakan, dan RPA berhenti operasional,” ujar Wihandoyo.

Pada 2005 hingga hari ini, dunia perunggasan mulai menggeliat termasuk ayam Joper. Teknis budidaya ayam Joper sama dengan broiler, yaitu kandang berlantai panggung atau litter (alas lantai dengan sekam), pakan komersial buatan pabrik, vaksinasi ND dan Gumboro ketat, dengan lama permeliharaan 60-70 hari (800-1000 g/ekor).

“Sebelum ayam Joper lahir, sudah ada ayam setipe Joper yang disebut Crossing atau Cressing, yaitu persilangan jantan ras dengan betina kampung. Tujuan dibuat ayam Cressing adalah untuk produksi telur, yaitu telurnya kecil tetapi jumlahnya banyak,” ujar Wihandoyo.

Ayam Crossing menghasilkan telur berwarna coklat tetapi yang diminta pasar adalah telur berwarna putih. Konsumen tidak dapat menerima telur ayam Crossing karena dianggap telur ayam ras di awal produksi.

Sri Hastuti, S.Pt., M.P, pelaku usaha ayam Joper yang juga menjadi narasumber dalam acara tersebut mengatakan, permintaan konsumen akan ayam Joper tinggi karena rendahnya kadar kolesterol dan lemak subkutan. Selain itu, ayam tersebut juga mudah dipelihara oleh semua orang.

“Ayam Joper mempunyai beberapa potensi, antara lain umur panen hanya 60 hari, sementara ayam kampung biasa mencapai 120 hari. Kebutuhan pakan sekitar 2,4 kg untuk 1 kg berat hidup sementara ayam kampung biasa 3,4 kg pakan setiap 1 kg berat hidup,” ujar Sri Hastuti.

Namun, Sri Hastuti mengungkapkan, ada beberapa masalah utama peternakan unggas yang harus diperhatikan, salah satunya adalah mengenai tata niaga. Produk-produk peternakan mudah busuk sementara pasar menghendaki produk peternakan berkualitas bagus dan kontinyu.

“Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya budidaya dilakukan secara berkelompok sehingga jadwal chick in dan panen dapat diatur,” kata Sri Hastuti.

Selain itu, Sri Hastuti menambahkan, peternak biasanya bermasalah dengan permodalan. Pemerintah telah memperhatikan dengan memberikan dana tetapi ternyata peternak yang dibina dengan modal hibah tidak berhasil. Peternak yang menggunakan modal sendiri justru dapat berhasil karena merasa bertanggung jawab. Selain itu, dirinya juga menyebutkan bahwa permasalahan penyakit dan wabah harus diperhatikan. Sanitasi yang baik dapat dimulai dari pembuatan kandang. (Humas Fapet/Nadia)

Sumber gambar: https://agromedia.net/peluang-bisnis-ayam-kampung-joper-jowo-super/

Post Views: 10,153

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Komentar (2)

  1. Eko muryanto 3 tahun lalu

    kalau pakan ternak selalu naik,bagaimana nasib para peternak,apa cuma bisa buat makan saja,gak ada buat simpanan yang lain,kasian kami peternak,kami juga membutuhkan tabubungan,tidak hanya balik modal saja,pemerintah kami gimana,tolong mengertillah kami juga manusia,yang membutuhkan keadiallan dan kesenangan,jadi jangan se’enaknya menaikan pakan ternak kami imbasnya para kaum bawah,,,

    Reply
  2. Hairul Yono 3 tahun lalu

    1. vaksin ND bisa tdk dicampur dgn air minum?
    2. apa obat/vaksin utk ayam muyung yg
    bagus?

    Reply

Latest Post

  • Peneliti Fapet UGM Kembangkan Mikroorganisme Lokal dari Limbah Rumen untuk Pengolahan Limbah Ternak
  • Fapet UGM Gelar Webinar Gizi Seimbang Dukung Produktivitas Civitas Akademika
  • Mengoptimalkan Limbah Kulit Domba Garut Menjadi Produk Bernilai Tinggi
  • Fapet UGM Luluskan 77 Wisudawan
  • Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan UGM Raih Juara 2 Karya Ilmiah Gagasan Tertulis Kategori Ilmu dan Teknologi Produksi Ternak pada KNKIP 2025 Universitas Halu Oleo

UGM News

  • Indonesia’s First National Seagrass Map Ready for Launch
  • UGM Scholars Warn of Democratic Backsliding Driven by Party Elite Oligarchy
  • Researchers from UGM Center for Asia Pacific Studies Urge Stronger Legal Protections for Indonesian Migrant Fishers in South Korea
  • WHO Recognition Highlights Need for Cross-Sector Support in Indonesia’s Herbal Medicine Industry
  • FEB UGM Students Named Second Place Winners in 2025 Vetra Stock Competition
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No. 3 Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: (0274) 513363 | Fax: (0274) 521578 |

Email: fapet@ugm.ac.id

Mengunjungi Fapet

  • Peta Kampus
  • Agenda

Pendaftaran

  • Sarjana
  • Pasca Sarjana
  • Diploma
  • Profesi
  • Internasional

UNDUH

Sertifikat BAN PT S1- 2009 2014

Sertifikat BAN PT S1 – 14 Sep 2014-14 Sep 2019

Formulir Akademik dan Kemahasiswaan

Dokumen MBKM

Sertifikat BAN PT

Sertifikat BAN PT Unggul

Sertifikat ASIIN

Buku Panduan Akademik Kurikulum 2021 Edisi Tahun 2024

Buku Panduan PKL 2023

Buku Panduan Proposal

Buku Panduan Skripsi

Pernyataan Keaslian Tugas Akhir

Unduh selengkapnya…

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Informasi Tersedia Setiap Saat

Informasi Tersedia Secara Berkala

© 2018 Fakultas Peternakan UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

Contact Us

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju