Industri susu kambing di Jawa Timur memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun masih menghadapi persoalan utama pada efisiensi rantai pasok. Hal ini terungkap dalam ujian sidang disertasi doktor Program Studi Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) yang disusun oleh Asmaul Khusna, berjudul “Strategi Peningkatan Efisiensi Rantai Pasok Susu Kambing di Provinsi Jawa Timur”, Rabu (14/1).
Penelitian ini dilakukan di tiga kabupaten sentra produksi susu kambing, yakni Banyuwangi, Lumajang, dan Malang, dengan melibatkan 173 peternak kambing perah serta 22 responden pakar. Studi ini bertujuan mengidentifikasi struktur rantai pasok susu kambing, menganalisis efisiensi pemasaran, mengkaji risiko rantai pasok, serta merumuskan strategi peningkatan efisiensi yang berkelanjutan.