• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • UPT Terpadu
  • Penelitian
  • Informasi Publik
  • Surel
  • CDEC
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Peternakan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Selayang Pandang
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Nilai-Nilai Etis
    • Pimpinan Fakultas
    • Dosen Fakultas
    • Tenaga Kependidikan
    • Program dan Pusat Kajian
  • Akademik
    • Pendaftaran
    • Departemen
      • Nutrisi Makanan Ternak
      • Sosial Ekonomi Peternakan
      • Teknologi Hasil Ternak
      • Pemuliaan dan Reproduksi Ternak
      • Produksi Ternak
    • Akreditasi
    • Program Musim Panas
    • Unit Pendukung
    • Kalender Akademik
    • Kemahasiswaan
      • Organisasi Kemahasiswaan
      • Asrama Mahasiswa
      • Paparan Internasional
      • Beasiswa
  • Program Studi
    • Sarjana
      • Program Studi S1
      • S1 Internasional
    • Pasca Sarjana
    • Profesi Insinyur
  • Riset
    • Jurnal Yang Diterbitkan
    • Publikasi
      • AAAP
      • IJGS
      • SIMNASTER
    • Buku dan Bab
    • Presentasi
    • Luaran Video
  • Jaringan
    • Internasional
      • Universitas
      • Pemerintah
      • Konsorsium
    • Nasional
  • Alumni
    • Layanan Alumni
    • KAPGAMA
    • CDEC
  • Beranda
  • Berita Fakultas
  • Peluang dan Tantangan Industri Peternakan Indonesia

Peluang dan Tantangan Industri Peternakan Indonesia

  • Berita Fakultas
  • 11 Oktober 2018, 10.58
  • Oleh: admin
  • 0

Penggunaan antibiotic and growth promoter (AGP) yang berlebih menjadi tantangan bagi dunia industri peternakan di Indonesia. AGP merangsang resistensi bakteri dan residu yang tersimpan dalam produk peternakan (daging, susu, telur) berbahaya bagi kesehatan manusia karena menyebabkan resistensi bakteri pathogen. Food and Agriculture Organization mencatat penggunan antibiotik dalam pertanian mencapai 63.000—240.000 ton setiap tahun.

“Tantangan tersebut ditambah dengan daya beli masyarakat Indonesia yang masih rendah terhadap produk peternakan. Dari 260 juta penduduk Indonesia, hanya 30 juta penduduk yang berdaya beli tinggi,” ujar Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU ketika memberikan pembekalan dalam in-class training Work-Based Academy, Senin (1/10) di Fakultas Peternakan UGM.

Ali menambahkan, topografi Indonesia yang terdiri atas 17.000 pulau juga menyulitkan proses logistik dan distribusi. Permintaan akan pangan halal juga menjadi tantangan tersediri mengingat 87% penduduk Indonesia beragama Islam.

“Tantangan tersebut menjadi semakin berat dengan target konsumsi susu yang mencapai 19,5 liter/kapita dan konsumsi daging sebesar 3,5 kg/kapita pada 2025. Peningkatan konsumsi susu dan daging ini diperlukan karena konsumsi protein hewani berkorelasi positif terhadap kualitas SDM,” jelas Ali.

Pembangunan industri persusuan juga diperlukan kerja sama antara peternak, pebisnis, dan pemerintah. “Ada beberapa cara meningkatkan produksi susu di Indonesia, diantaranya ialah susu yang berasal dari peternak harus memenuhi standar proses pengolahan, peningkatan kompetensi peternak, revitalisasi koperasi susu, peningkatan integrasi antarstakeholder, dan sebagainya,” ujar Ali.

“Indonesia memiliki berbagai ternak lokal seperti ayam, itik, domba, kambing, dan sapi yang dapat dikembangkan. Bahkan, produk ternak merupakan penyumbang yang terus meningkat bagi sektor pertanian,” ujar Ali. Pertumbuhan produk ternak per tahun (2010-2014) sebesar 4,6%, angka ini lebih besar jika dibandingkan dengan kontribusi produk pertanian secara keseluruhan yang hanya mencapai 3,5% dalam kurun waktu yang sama.

Namun demikian, peternakan yang dikelola secara domestik dan sederhana tidak akan mampu memenuhi kebutuhan nasional akibat produktivitas yang rendah. Menurut Ali, pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan di masa mendatang ialah peternakan yang adaptif terhadap kondisi tropis, perkembangan teknologi reproduksi, sistem peternakan terpadu, impor indukan, dan pengaplikasian agriculture precision dengan teknologi industry 4.0.

Menurut Ali, Indonesia beruntung memiliki dukungan kekayaan alam yang melimpah yang menjadikannya salah satu negara paling kompetitif di dunia. Hal tersebut memberikan peluang bagi berkembangnya industri peternakan. Lebih dari itu, bidang peternakan memiliki andil besar dalam pengembangan perekonomian bangsa. (Humas Fapet/Nadia)

 

Latest Post

  • Jagal Halal UGM Adakan Pelatihan Butchering Ruminansia Kecil
  • Fapet Sehat: Semangat Hidup Sehat dan Guyub Melalui Ragam Aktivitas Fisik dan Pemeriksaan Kesehatan
  • Guru Besar Fapet UGM Usulkan Biosekuriti Kolektif Produsen Pangan Asal Hewan
  • HMP Magister Ilmu Peternakan Fapet UGM Adakan Dialog Akademik
  • Peserta Pelatihan dan Uji Kompetensi Juleha Ikuti Praktik Penyembelihan

UGM News

  • Potential Human Rights Violations in Circus Industry Raise Concerns, UGM Professor Says
  • UGM Expert Highlights Positive and Negative Impacts of Proposed Centralization of Civil Servant Transfers
  • UGM Students Win Second Place at International Competition with TerraDam Insurance Concept
  • UGM Promotes Geothermal Development Rooted in Local Wisdom in East Nusa Tenggara
  • Vasectomy as Social Aid Requirement Deemed Discriminatory and Coercive
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No. 3 Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: (0274) 513363 | Fax: (0274) 521578 |

Email: fapet@ugm.ac.id

Mengunjungi Fapet

  • Peta Kampus
  • Agenda

Pendaftaran

  • Sarjana
  • Pasca Sarjana
  • Diploma
  • Profesi
  • Internasional

UNDUH

Sertifikat BAN PT S1- 2009 2014

Sertifikat BAN PT S1 – 14 Sep 2014-14 Sep 2019

Formulir Akademik dan Kemahasiswaan

Dokumen MBKM

Sertifikat BAN PT

Sertifikat BAN PT Unggul

Sertifikat ASIIN

Buku Panduan Akademik Kurikulum 2021 Edisi Tahun 2024

Buku Panduan PKL 2023

Buku Panduan Proposal

Buku Panduan Skripsi

Pernyataan Keaslian Tugas Akhir

Unduh selengkapnya…

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Informasi Tersedia Setiap Saat

Informasi Tersedia Secara Berkala

© 2018 Fakultas Peternakan UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

Contact Us