Nur Hidayah, mahasiswa Program Studi Doktor Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, mendapatkan kesempatan mengikuti Program SUIJI-JP-DC (Six-University Initiative Japan Indonesia Joint Program for Doctoral Students in Japan) dari Maret 2025 sampai Februari 2026 di Ehime University Japan, dengan beasiswa JASSO (Student Services Organization) Jepang. Program SUIJI merupakan konsorsium dari tiga universitas di Indonesia (Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Hasanudin) dan tiga universitas di kepulauan Shikoku Jepang (Ehime, Kagawa, dan Kochi University).
SDGS 10: Berkurangnya Kesenjangan
Devi Ermawati meraih gelar doktor usai mempertahankan disertasinya berjudul Polymorphism Gen Letin terhadap Sifat Pertumbuhan dan Reproduksi pada Sapi Persilangan F1 Pejantan Belgian Blue dengan Induk Brahman Cross, Jumat (11/7). Penelitian Devi ini berdasarkan persoalan yang memperlihatkan produktivitas sapi potong di Indonesia masih terkendala bobot rendah. Oleh karena itu, Brahman Cross dan Belgian Blue disilangkan dan diseleksi genetiknya untuk peningkatan pertumbuhan dan reproduksi.
“Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi SNP gen leptin dan hubungannya dengan pertumbuhan dan reproduksi pada sapi Brahman Cross dan sapi persilangan F1 Belgian Blue,”papar Devi.
PIONIR Rancher sebagai kepanitian penerimaan mahasiswa baru Fakultas Peternakan (Fapet) UGM memiliki komitmen kuat dalam membina staf agar mampu bekerja secara optimal dan menunjukkan performa terbaiknya. Hal ini diwujudkan dengan terselenggaranya Upgrading Internal Panitia PIONIR Rancher 2025 pada Rabu, 2 Juli 2025 di Auditorium R. Soepardjo Fakultas Peternakan. Dihadiri oleh lebih dari 66 staf dari seluruh divisi, Upgrading Internal ini menjadi ajang penguatan kapasitas personal maupun kolektif dalam kepanitiaan PIONIR Rancher 2025.
Domba merupakan salah satu ternak ruminansia kecil yang memiliki potensi besar di Indonesia, tidak hanya sebagai penyedia daging tetapi juga kulit sebagai produk sampingan bernilai ekonomi tinggi. Kulit domba banyak digunakan untuk produk-produk industri, seperti jaket, tas, sepatu, hingga kerajinan tangan. Namun, proses penyamakan kulit domba secara konvensional masih banyak bergantung pada krom, yang termasuk bahan berbahaya dan beracun (B3), sehingga menimbulkan masalah lingkungan serius. Oleh sebab itu, diperlukan alternatif penyamakan yang lebih ramah lingkungan.
Fakultas Peternakan (Fapet) UGM bersama PT. Haida Agriculture Indonesia menjalin kerja sama di bidang akademik untuk kegiatan MBKM dan praktik keinsinyuran. Hal ini ditandai dengan adanya MoU dan juga PKS antara kedua belah pihak yang ditandatangani oleh Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. dan Senior Manajer PT. Haida Agriculture Indonesia, Yang Jingyong, bertempat di kantor PT. Haida Agriculture Indonesia, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (3/7).
Budi Guntoro berharap kerja sama yang telah dilaksanakan dapat berjalan lancar. Ke depan kerja sama juga bisa diperluas lagi terkait riset yang melibatkan akademisi dan industri.