Arsip:

SDGS 2: Tanpa Kelaparan

Fapet UGM Inisiasi Pemberdayaan Santri Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Rumah Sajada Melalui Program Peternakan

Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan sekaligus kerja sama ke Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Rumah Sajada di Nanggulan, Kulon Progo, Minggu, (28/9). Kunjungan ini merupakan langkah awal untuk menginisiasi program pemberdayaan ekonomi dan keterampilan santri melalui sektor peternakan.

Rombongan dari Fapet UGM dipimpin langsung oleh Dekan, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., beserta jajaran pimpinan dan kantor kerja sama. Mereka disambut hangat oleh Ketua Yayasan Rumah Sajada, Ir. Hermawan Ardianto, IPM, beserta seluruh jajaran pengurus yayasan, santri dan perwakilan dari perangkat desa setempat. read more

From Laboratory to Farm: Inovasi Nutrisi Pakan untuk Peternakan Berkelanjutan

Industri peternakan merupakan salah satu pilar penting dalam penyediaan pangan asal ternak terutama protein hewani yang sangat dibutuhkan masyarakat. Permintaan pangan asal ternak semakin meningkat sehingga memacu industri peternakan untuk berkembang lebih pesat. Namun demikian, perkembangan pesat industri ini juga membawa sejumlah tantangan. Permasalahan seperti ketergantungan impor bahan baku pakan, penggunaan antibiotik yang berlebihan, kontaminasi mikotoksin, hingga meningkatnya emisi gas rumah kaca (greenhouse gas) dan emisi amonia menjadi isu yang perlu diatasi dengan serius. read more

Mahasiswa Program Doktoral Fapet UGM Kembangkan Kit Deteksi Kerusakan DNA Spermatozoa Sapi Untuk Tingkatkan Keberhasilan Inseminasi Buatan

Universitas Gadjah Mada melalui Program Doktor Ilmu Peternakan kembali mencatatkan langkah penting dalam pengembangan inovasi di bidang reproduksi ternak. Salah satu mahasiswa program doktor Fapet UGM yang lulus 2023 lalu, Teguh Ari Prabowo, telah mengembangkan kit deteksi kerusakan DNA spermatozoa sapi yang ditujukan untuk mendukung peningkatan keberhasilan program Inseminasi Buatan (IB). Penelitian ini menjadi upaya nyata akademisi dalam menjawab tantangan praktis di sektor peternakan, khususnya terkait kualitas semen beku sebagai penentu utama keberhasilan fertilisasi. read more

Pemberdayaan Pesantren Melalui Integrasi Pengolahan Limbah Maggot dan Sampah untuk Pengembangan Pastura Unggas

Pondok Pesantren An-Nur Bantul, salah satu pesantren terbesar di Indonesia, melangkah maju dalam mewujudkan konsep pesantren mandiri dan berkelanjutan. Bersama tim pengabdian masyarakat dari  Fakultas Peternakan (Fapet) UGM yang diketuai Prof. Nafiatul Umami dari Laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Pastura, Departemen Nutrisi Makanan Ternak, berkolaborasi untuk menginisiasi program integrasi pengolahan limbah maggot dan sampah organik untuk pengembangan pastura unggas.

Program pengabdiam kepada masyrakat yang bertajuk “Pemberdayaan Pesantren Melalui Integrasi Pengolahan Limbah Maggot dan Sampah untuk Pengembangan Pastura Unggas” ini dilatarbelakangi oleh volume sampah yang sangat besar yang dihasilkan oleh pesantren. Dengan 2.500 santri, Pondok Pesantren An-Nur menghasilkan sekitar 500 kg sampah setiap hari, dimana 60% di antaranya atau setara dengan 300 kg merupakan sampah organik yang berasal dari dapur dan sisa makanan. read more

BUMDes Putro Manggolo: Cerita Sukses Desa Kadilanggon Membangun Ekonomi Produktif Melalui Peternakan

Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Putro Manggolo, Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, terus menunjukkan kiprah nyata dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui sektor peternakan. Berbekal pendanaan hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Multitahun dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan dari tahun 2023 hingga 2025, program ini berhasil mengakselerasi transformasi BUMDes menjadi motor penggerak ekonomi produktif sekaligus memperkuat Desa Kadilanggon sebagai Kawasan Kemandirian Pangan yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. read more