Arsip:

SDGS 2: Tanpa Kelaparan

Biji Nyamplung Potensial Jadi Pakan Ternak Ruminansia

Nyamplung atau tamanu (Calophyllum inophyllum) merupakan salah satu jenis tanaman hutan asli Indonesia yang dapat hidup dan berkembang pada kondisi lingkungan ekstrem. Nyamplung tersebar di banyak kepulauan di Indonesia mulai dari Sumatera hingga Papua.

Pohon nyamplung bukan merupakan tanaman pangan, namun menghasilkan buah nyamplung yang bijinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber minyak nabati sangat baik. Selama ini, biji nyamplung telah dimanfaatkan sebagai minyak nabati atau biasa disebut sebagai tamanu crude oil (TCO). Secara umum TCO ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati/biofuel, produk kesehatan, dan kosmetik. read more

Perlu Sinergi Tingkatkan Kualitas dan Produktivitas Industri Susu Berbasis Ruminansia Kecil

Peningkatan kualitas dan produktivitas industri susu berbasis ruminansia kecil membutuhkan sinergi antara akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan agar dapat menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan. Hal ini ditegaskan oleh dosen Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Prof. Ir. Yustina Yuni Suranindyah, MS., Ph.D., IPM., saat mengisi kuliah tamu di Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Rabu (5/2).

Kuliah tamu ini untuk mengisi mata kuliah Produksi Ternak Kecil yang diampu oleh Dr. Dewi Ratih Ayu Daning, S.Pt., M.Sc., serta Ir. Fitria Nur Aini, S.Pt., M.Si., IPP. dengan tema Membangun Industri Susu Berbasis Ruminansia Kecil: Strategi dan Kebijakan untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas. read more

Fapet UGM Berpartisipasi Dalam Run and Walk

Puluhan tenaga kependidikan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM berpartisipasi dalam Run and Walk yang diadakan oleh Health Promoting University (HPU) UGM, Jumat (7/2). Kegiatan rutin yang diadakan oleh HPU UGM ini menempuh rute keliling gedung pusat, fakultas, perumahan dosen, jalan seputar GIK-GSP dan kembali ke gedung pusat.

Penanggung jawab HPU Fapet UGM, Nurma Diani Sekarsih, S.Pd., M.B.A., mengatakan partisipasi Fapet dalam kegiatan HPU tingkat universitas bertujuan untuk menyukseskan program kampus sehat. read more

Potensial Dikembangkan, Tim Fapet UGM Beri Pelatihan Budi Daya Domba Awassi

Domba Awassi potensial dikembangkan sebagai pilihan unggul dalam dunia budi daya ternak. Terdapat sejumlah keunggulan yang ada pada domba Awassi, baik dari pertumbuhan daging, produksi susu hingga daya adaptasinya yang tinggi.

“Cocok dikembangkan di Indonesia karena aslinya domba Awassi dari daerah tropik,”papar peneliti yang juga dosen Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Prof. Ir. Yustina Yuni Suranindyah, MS., Ph.D., IPM., Kamis (6/2).

Yuni menjelaskan domba Awassi memiliki pertumbuhan otot yang relatif cepat, membuatnya menjadi pilihan ideal untuk peternak yang menginginkan hasil panen yang optimal dalam waktu relatif singkat. Dengan pertambahan bobot yang mencapai 5-6 kg per bulan untuk betina dan 7-8 kg per bulan untuk jantan, domba Awassi menunjukkan efisiensi tinggi dalam pemanfaatan pakan. read more

Mahasiswa Fapet UGM Gagas Pemanfaatan Sinar UV-C Atasi Salmonella sp. di Industri Peternakan Ayam Petelur

Telur merupakan salah satu protein hewani yang sangat digemari oleh masyarakat. Permintaan masyarakat yang tinggi akan berkorelasi terhadap permintaan telur yang tinggi pula. Namun, permintaan telur yang semakin tinggi akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, salah satunya adalah tifus atau typhoid. Penyakit ini muncul pada telur yang mengandung bakteri Salmonella sp.

Melihat persoalan tersebut dua mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) UGM mengggagas pemanfaatan sinar UV-C untuk mengatasi Salmonella sp. di industri peternakan ayam petelur. Mereka adalah Salma Nur Azizah (2022) dan Mohammad Rizky Zulfahmi (2022). read more