Industri peternakan merupakan salah satu pilar penting dalam penyediaan pangan asal ternak terutama protein hewani yang sangat dibutuhkan masyarakat. Permintaan pangan asal ternak semakin meningkat sehingga memacu industri peternakan untuk berkembang lebih pesat. Namun demikian, perkembangan pesat industri ini juga membawa sejumlah tantangan. Permasalahan seperti ketergantungan impor bahan baku pakan, penggunaan antibiotik yang berlebihan, kontaminasi mikotoksin, hingga meningkatnya emisi gas rumah kaca (greenhouse gas) dan emisi amonia menjadi isu yang perlu diatasi dengan serius.
SDGS 7: Energi Bersih dan Terjangkau
Tiga mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) UGM berhasil meraih Juara Harapan 2 dalam kompetisi Pekan Riset dan Ilmiah Mahasiswa 13 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang diselenggarakan pada 5-7 September 2025. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Anjeli Astriani selaku ketua tim, dengan anggota Bangkit Setiyoko dan Dini Aruni Karunia Romadhoni.
Kompetisi diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Diawali dengan tahap seleksi, semua peserta wajib mengirimkan proposal yang berfokus pada solusi pemanfaatan teknologi hijau guna mewujudkan pembangunan inklusif dan berdaya saing global di era Society 5.0. Anjeli menjelaskan bahwa proposal yang dikirim harus memenuhi standar tertentu dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang pengelolaan teknologi yang dapat menjawab tantangan saat ini. Proposal-proposal tersebut kemudian dikurasi oleh dewan juri yang terdiri dari para ahli dan praktisi dosen Universitas Brawijaya (UB).
Sebanyak 323 mahasiswa baru (maba) Fakultas Peternakan (Fapet) UGM mengikuti kegiatan jelajah kandang, Kamis (7/7). Mereka melakukan kegiatan itu salah satu tujuannya untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang lingkungan kampus. Jelajah kandang dilakukan dengan mengunjungi beberapa lokasi, yaitu kandang sapi, ternak perah, kambing, ayam serta lahan hijauan.
“PIONIR Rancher 2025 berkomitmen untuk membangun ruang eksplorasi bagi Rancher Muda termasuk mengenali lingkungan kampus,”papar Mohammad Fahmi Setiaji selaku Koordinator Umum PIONIR Rancher 2025.
Sampah plastik selama ini dikenal berbahaya karena berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Plastik mencemari tanah, air, dan udara, serta dapat terurai menjadi mikroplastik yang membahayakan jika masuk ke dalam tubuh. Pembakaran sampah plastik pun menghasilkan zat beracun yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu tersebut, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) mengambil langkah nyata dengan meniadakan penggunaan plastik dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PIONIR) 2025, 4-9 Agustus 2025. Seluruh konsumsi selama kegiatan disiapkan tanpa kemasan plastik sekali pakai.
Fakultas Peternakan (Fapet) UGM mengirimkan dosen muda, Ir. Annisa’ Qurrotun A’yun, S.Pt., M.Sc., IPP., untuk mewakili UGM dalam kegiatan RI-SING Faculty Immersion Program yang berlangsung pada 14-16 Juli 2025 di Nanyang Technological University (NTU), Singapore. Kepala Kantor Kerjasama Internasional NTU, Wanda Preiser, menyampaikan bahwa RI-SING Faculty Immersion Programme bertujuan untuk menguatkan kolaborasi penelitian interdisipliner dengan universitas-universitas terkemuka di Indonesia.