Pondok Pesantren An-Nur Bantul, salah satu pesantren terbesar di Indonesia, melangkah maju dalam mewujudkan konsep pesantren mandiri dan berkelanjutan. Bersama tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Peternakan (Fapet) UGM yang diketuai Prof. Nafiatul Umami dari Laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Pastura, Departemen Nutrisi Makanan Ternak, berkolaborasi untuk menginisiasi program integrasi pengolahan limbah maggot dan sampah organik untuk pengembangan pastura unggas.
Program pengabdiam kepada masyrakat yang bertajuk “Pemberdayaan Pesantren Melalui Integrasi Pengolahan Limbah Maggot dan Sampah untuk Pengembangan Pastura Unggas” ini dilatarbelakangi oleh volume sampah yang sangat besar yang dihasilkan oleh pesantren. Dengan 2.500 santri, Pondok Pesantren An-Nur menghasilkan sekitar 500 kg sampah setiap hari, dimana 60% di antaranya atau setara dengan 300 kg merupakan sampah organik yang berasal dari dapur dan sisa makanan.