Universitas Gadjah Mada terus memperkuat peran dalam pengembangan teknologi berkelanjutan melalui penyelenggaraan International Summer Course 2026 bertajuk “Sustainable and Green Leather Technology, from Conventional Processing to Bio-Based Innovation” di Fakultas Peternakan (Fapet) UGM. Kegiatan yang berlangsung dari 18 Mei hingga 5 Juni tersebut menghadirkan berbagai pakar internasional yang membahas inovasi teknologi kulit ramah lingkungan hingga pemanfaatan genomik untuk sistem peternakan berkelanjutan.
Tiga mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) UGM yang terdiri dari Muhammad Haidillah Farhan, Fauzan Akbar Nugroho, dan Dhiaz Larasati Putri Stillana sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim ini berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Juara 2 Poster dalam ajang Farmtastic UNS 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-3 Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dengan puncak acara presentasi final dan awarding pada Senin, 18 Mei 2026 secara luring.
Suasana wisuda Program Sarjana di Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (20/5), menyisakan banyak cerita inspiratif. Di antara puluhan wisudawan yang resmi dikukuhkan, sosok Siham Hamda Zaula Mumtaza menjadi salah satu cerita penuh perjuangan dari Fapet UGM.
Siham, mahasiswa autis yang telah menempuh perjalanan panjang selama 6 tahun 7 bulan, akhirnya berhasil menyelesaikan studi sarjananya di bidang peternakan. Di balik toga dan senyum yang mengembang, tersimpan kisah tentang ketekunan, dukungan lingkungan, dan keyakinan bahwa setiap mahasiswa memiliki ruang untuk tumbuh.
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) terus mendorong penerapan teknologi yang mendukung kesejahteraan hewan sekaligus meningkatkan efisiensi pemotongan ternak kurban. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Gama Abilawa Portable Restraining Box yang digagas oleh Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
Prof. Panjono menjelaskan bahwa praktik pemotongan sapi kurban di masyarakat selama ini sebagian besar belum dilakukan di Tempat Pemotongan Hewan (TPH). Selain menggunakan peralatan yang terbatas, proses penanganan ternak juga sering dilakukan secara kurang manusiawi sehingga berdampak pada kesejahteraan hewan maupun kualitas daging yang dihasilkan.
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menggelar kegiatan Summer Course bertajuk “Sustainable and Green Leather Technology: From Conventional Processing to Bio-based Innovation” sebagai upaya mendorong pengembangan teknologi pengolahan kulit yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kegiatan ini terselenggara melalui dukungan program Erasmus dan kolaborasi industri.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan summer course ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran global mengenai pentingnya praktik industri yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.