Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) Fakultas Peternakan (Fapet) UGM meyelenggarakan Kuliah Umum bersama mahasiswa Fakultas Peternakan IPB, Sabtu (20/7). Acara diikuti sebanyak 30 mahasiswa Fapet UGM dan 23 mahasiswa Fapet IPB, yang juga diikuti oleh mahasiswa asing dari negara Malaysia dan Filipina. Kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini membahas topik utama tentang nutrisi ternak perah. Kegiatan ini merupakan rangkaian program Summer Course ke-8 yang diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, IPB yang bekerja sama dengan HMP Fapet UGM.
Berita Fakultas
Dewasa ini dunia digegerkan dengan istilah global boiling akibat meningkatnya rata-rata suhu secara drastis di berbagai belahan dunia. Emisi gas metana menjadi salah satu penyebab terjadinya global boiling. Global Monitoring Laboratory menyatakan bahwa emisi gas metana terus meningkat sejak tahun 1980 dari 1.620 ppb hingga oktober 2023 mencapai 1933.46 ppb. Emisi gas tersebut berpotensi meningkatkan suhu global 28 kali lipat dibandingkan CO2. Sekitar 20-25% dari total emisi gas metana berasal dari aktivitas peternakan, yaitu melalui proses fermentasi enterik dalam rumen ternak yang menghasilkan gas metana, lalu dikeluarkan melalui feeses dan saat ternak bersendawa.
Mahasiswa asing dari berbagai perguruan tinggi di dunia mengikuti forum Asian Agricultural Association of College and University (AAACU) Summer Enrichment Program dan The 8th Summer Course Program on Harmony in Animal and Agricultural Production for Global Food Security pada 21 Juli – 3 Agustus 2024 di Fakultas Peternakan (Fapet) UGM.
Mereka berasal dari Filipina, Jepang, Thailand, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Amerika, India, dan Pakistan.
Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya mengatakan tema yang diangkat menyoroti strategi inovatif, teknologi serta praktik terbaik yang selaras dengan produksi ternak, pelestarian lingkungan serta sistem pangan yang berkelanjutan.
Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) UGM angkatan 2020, Hastomo Nur Hidayatulloh, meraih penghargaan Charoen Pokphand Best Student Appreciation (CPBSA). CPBSA merupakan beasiswa dari PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) yang diberikan kepada mahasiswa tingkat akhir dari berbagai jurusan dan universitas di Indonesia melalui seleksi ketat.
Hastomo mengatakan peserta program ini terdiri dari 21 mahasiswa yang berasal dari 16 perguruan tinggi. Rangkaian kegiatan dimulai 13 Mei hingga 22 Juli 2024.
“Salah satu rangkaiannya magang. Kebetulan saya dapat penempatan di PT Charoen Pokphand Indonesia Feedmill,”papar Hastomo, Senin (22/7).
Pada produksi ayam broiler, kesehatan usus halus menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ayam broiler. Gangguan mikroba patogen yang ada dalam usus halus dapat menginfeksi saluran pencernaan yang dapat mengakibatkan inflamasi dan gangguan penyerapan nutrient sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan yang kurang optimal.
Pada beberapa dekade terakhir, antibiotic growth promoter (AGP) digunakan oleh peternak untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan ayam broiler yang diberikan melalui pakan atau air minum. Namun, pada tahun 2018, pemerintah Indonesia secara resmi telah melarang penggunaan AGP sebagai aditif pada ternak. Larangan penggunaan AGP sebagai aditif pada ternak unggas dipicu oleh kekhawatiran oleh kemungkinan residu AGP dalam daging ayam, yang berpotensi meningkatkan resistensi bakteri dan menimbulkan efek alergi pada manusia.