Arsip:

Rilis Pers

Akademisi Fapet UGM Kembali Dipercaya Menjadi Consultant for University Affairs di LIT Taiwan

Akademisi Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Prof. Dr. Budi Guntoro, kembali memperoleh kepercayaan internasional dengan ditunjuk sebagai Consultant for University Affairs di Lee Ming Institute of Technology (LIT), Taiwan, untuk periode 2026–2027. Penunjukan ini merupakan kelanjutan dari peran serupa yang telah diemban pada periode 2025–2026.

Pengumuman penunjukan tersebut disampaikan oleh President LIT, Prof. Ming-Fung Lin, dalam rapat University Council yang dihadiri para dekan dan pimpinan universitas Rabu (21/10). Keputusan ini menjadi bagian dari strategi LIT dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring internasional, serta memperkokoh daya saing global institusi. read more

Perkuat Daya Saing Ayam Kampung, UGM Tekankan Efisiensi Pakan, Manajemen Pemeliharaan, dan Strategi Pemasaran

Ayam kampung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas peternakan bernilai ekonomi. Namun, pengembangan usaha ini membutuhkan pengelolaan produksi yang efisien serta strategi pemasaran yang tepat agar mampu bersaing dan berkelanjutan.

Tiga aspek tersebut menjadi pokok pembahasan dalam Kuliah Gratis, Bagimu Petani, Jumat (30/10) di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) yang menghadirkan pakar manajemen pakan dan nutrisi ternak UGM, Dr. Ir. Aji Praba Baskara, S.Pt., IPM., pakar manajemen pemeliharaan ternak UGM, Dr. Ir. Heru Sasongko, MP., serta pakar komunikasi pemasaran peternakan UGM, Tian Jihadhan Wankar, Ph.D. read more

Mahasiswa Fapet UGM Ikuti SUIJI-SLP 2026 di Jepang, Hasilkan Guidebook dan Video Promosi Desa

Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Kezia Himawari Santosa, berkesempatan mengikuti Six University Initiative Japan Indonesia – Service Learning Program (SUIJI-SLP) 2026 di Jepang pada 19 Agustus–4 September 2026. Program pertukaran mahasiswa berbasis pengabdian masyarakat ini melibatkan enam universitas dari Indonesia dan Jepang.

Dalam program tersebut, Kezia ditempatkan di Takagawa Site di bawah koordinasi Ehime University. Selama kegiatan, ia bersama mahasiswa peserta lainnya berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mengenal potensi desa, khususnya di bidang pertanian, peternakan, produk lokal, wisata, serta budaya setempat. read more

BEM Fapet Gelar Hearing Bersama Dekanat

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan (Fapet) UGM dan perwakilan mahasiswa menggelar forum hearing bersama jajaran Dekanat pada Jumat (30/10), bertempat di Animal Science Learning Center (ASLC) Fapet UGM. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan fakultas dan mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, serta persoalan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan dan kehidupan kemahasiswaan di lingkungan fakultas.

Hearing tersebut antara lain dihadiri Dekan Fapet UGM Prof. Bambang Suwignyo, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia, Andriyani Astuti, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Nafiatul Umami, serta Ketua Program Studi S1 Muhlisin. Ph.D dan beberapa dosen lainnya. Sementara itu, BEM Fapet UGM diwakili Ketua BEM, Muhammad Fahmi Setiaji, bersama Tim Advokasi BEM. read more

Fapet UGM dan PT Sawerandah Workpreneur Jalin Kerja Sama, Dorong Pemberdayaan Petani-Peternak

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menjalin kerja sama dengan PT Sawerandah Workpreneur Indonesia (SWI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Jumat (30/10). Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, serta sektor pertanian dan peternakan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dekan Fapet UGM, Prof. Bambang Suwignyo, dan Direktur PT Sawerandah Workpreneur Indonesia, Ida Setya Nugroho.

Direktur PT Sawerandah Workpreneur Indonesia, I.S. Nugroho, menjelaskan bahwa perusahaan yang didirikannya berangkat dari keprihatinan terhadap sulitnya membangun usaha di Indonesia serta kondisi pekerja yang rentan kehilangan pekerjaan. SWI kemudian mengembangkan konsep workerpreneurship, yakni pendekatan kewirausahaan yang mendorong pekerja maupun masyarakat umum untuk membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan. read more