Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan (Fapet) UGM dan perwakilan mahasiswa menggelar forum hearing bersama jajaran Dekanat pada Jumat (30/10), bertempat di Animal Science Learning Center (ASLC) Fapet UGM. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan fakultas dan mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, serta persoalan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan dan kehidupan kemahasiswaan di lingkungan fakultas.
Hearing tersebut antara lain dihadiri Dekan Fapet UGM Prof. Bambang Suwignyo, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia, Andriyani Astuti, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Nafiatul Umami, serta Ketua Program Studi S1 Muhlisin. Ph.D dan beberapa dosen lainnya. Sementara itu, BEM Fapet UGM diwakili Ketua BEM, Muhammad Fahmi Setiaji, bersama Tim Advokasi BEM.
Dalam forum tersebut, Tim Advokasi BEM menyampaikan sejumlah persoalan dan masukan yang dihimpun dari mahasiswa. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain mekanisme Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan proses banding, termasuk harapan adanya optimalisasi keterlibatan mahasiswa dalam tim penentuan UKT.
Selain persoalan UKT, mahasiswa turut menyampaikan aspirasi terkait kejelasan dan besaran honorarium asisten laboratorium, bentuk penghargaan bagi mahasiswa yang tergabung dalam tim atlet dan membawa prestasi bagi fakultas, serta standarisasi dan kelayakan fasilitas pendukung kegiatan akademik.
Sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian di antaranya kebutuhan perluasan area parkir, peningkatan standar fasilitas kampus, serta standarisasi materi dan pelaksanaan praktikum agar mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih merata dan berkualitas.
Dekan Fapet UGM, Prof. Bambang Suwignyo, menyambut baik pelaksanaan forum hearing tersebut. Menurutnya, ruang dialog antara mahasiswa dan pimpinan fakultas merupakan hal positif yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BEM serta seluruh mahasiswa yang telah menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan secara terbuka. Forum semacam ini dinilai penting untuk membangun komunikasi dua arah sekaligus menjadi sarana bagi fakultas dalam memahami persoalan yang dihadapi mahasiswa secara langsung.
“Saya berharap budaya dialog dan komunikasi terbuka antara pimpinan fakultas dengan mahasiswa dapat terus terpelihara. Aspirasi mahasiswa tidak hanya menjadi ruang penyampaian pendapat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya bersama meningkatkan kualitas layanan akademik, fasilitas, dan kehidupan kemahasiswaan di Fapet UGM,”kata Bambang.
Bambang menegaskan bahwa berbagai masukan yang disampaikan akan dicermati dan dipetakan sesuai dengan kebutuhan, skala prioritas, serta kemampuan fakultas. Hasil pemetaan tersebut selanjutnya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program fakultas.

Penulis: Satria