Sapi Bali merupakan salah satu plasma nutfah asli Indonesia yang memiliki keunggulan adaptasi terhadap lingkungan tropis, efisiensi pakan, serta kualitas karkas yang baik. Namun, pengembangan sapi Bali masih menghadapi tantangan, antara lain keterbatasan pejantan unggul dan rendahnya pemanfaatan teknologi reproduksi berbantu seperti inseminasi buatan (IB). Kualitas semen beku menjadi faktor krusial dalam keberhasilan IB, meskipun proses kriopreservasi berpotensi menurunkan kualitas spermatozoa akibat stres oksidatif.
Ujian Doktor
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menyelenggarakan ujian disertasi tertutup Program Doktor Ilmu Peternakan pada Senin (12/1). Dalam ujian yang berlangsung di Meeting Room Gedung ASLC lantai 3 tersebut, promovendus Ayu Rahayu, S.Pt., M.Sc. mempresentasikan disertasi berjudul “Kajian Existing Breeding, Produksi, dan Potensi Genetik Itik Magelang”.
Ujian tertutup dipimpin oleh Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. selaku Ketua Dewan Penguji, dengan tim penguji yang terdiri atas Prof. Ir. Dyah Maharani, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM. sebagai promotor, Prof. Ir. Tety Hartatik, S.Pt., Ph.D., IPM. dan Dr. Ir. Heru Sasongko, M.P. sebagai ko-promotor, serta delapan penguji lainnya dari lingkungan Fapet UGM.
Penelitian ilmiah yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Pita Sudrajad, S.Pt., M.Sc., memberikan bukti kuat bahwa sapi SO (Sumba Ongole), PO (Peranakan Ongole) Kebumen, dan Pogasi Agrinak sebagai sumber daya genetik ternak lokal yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.
Hal ini ditegaskan oleh Pita Sudrajad saat mempertahankan disertasinya berjudul “Kajian Pola Seleksi dan Sistem Produksi Rumpun serta Galur Sapi Peranakan Ongole di Indonesia berdasarkan Data Genom” dalam ujian tertutup, Senin (12/1) di Fapet UGM. Disertasi Pita ini mengkaji pola seleksi dan sistem produksi sapi Peranakan Ongole (PO) di Indonesia dengan memanfaatkan data genom sebagai pendekatan ilmiah utama.
Bella Putri Maharani, S.Pt., mahasiswi Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan (Fapet UGM), melakukan riset inovatif mengenai pemanfaatan nanoenkapsulasi ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) sebagai aditif pakan alami ayam broiler. Bella mempertahankan disertasinya dalam ujian tertutup di Fapet UGM, Jumat (9/1).
Bella mengangkat judul disertasi “Efikasi Nanoenkapsulasi Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) sebagai Aditif Pakan Alami Ayam Broiler”. Hadir sebagai tim penguji, yaitu Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA., IPU., ASEAN Eng., (Promotor), Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng, (Ko-promotor), drh. Bambang Ariyadi, M.P., Ph.D., (Ko-promotor), Prof. Dr. Ir. Chusnul Hanim, M.Si., IPM., ASEAN Eng., Ir. Rusman, M.P., Ph.D., IPM., Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si., Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agri., Ph.D., IPP., serta Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Adi Ratriyanto, S.Pt., M.P., IPU., ASEAN Eng.
Domba Garut merupakan domba dengan populasi terbesar di Indonesia dan menjadi salah satu sumber utama daging domba konsumsi. Peningkatan produksi daging ini juga diikuti oleh melonjaknya jumlah kulit domba sebagai hasil ikutan pemotongan. Tidak seluruh kulit tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyamakan, sehingga sebagian besar berakhir sebagai limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.
Namun, limbah kulit domba ternyata memiliki potensi besar sebagai sumber peptida bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, khususnya sebagai agen penurun tekanan darah. Potensi ini menjadi fokus penelitian mahasiswa doktoral Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Dita Prameswari Trenggono Putri, dalam disertasi berjudul Isolation of Garut Sheep Skin Protein and Identification of Their Bioactive Peptides as an Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor Agent yang dipertahankan pada ujian doktor Selasa (25/11).