Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) melalui Keluarga Mahasiswa Pascasarjana kembali menyelenggarakan kegiatan akademik inspiratif dengan menghadirkan dosen tamu internasional, Dr. Prakash Murgeppa Bhuyar dari Maejo University. Ia merupakan salah satu peneliti yang diakui dalam jajaran 2% peneliti terbaik di Thailand, dengan rekam jejak publikasi yang luas pada jurnal internasional bereputasi Q1. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat kapasitas mahasiswa pascasarjana, khususnya dalam bidang penulisan dan publikasi karya ilmiah bereputasi global.
SDGS 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis praktik melalui pelaksanaan fistulasi pada sapi perah, bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan “laboratorium hidup” bagi mahasiswa dan peneliti untuk memahami secara langsung proses pencernaan pada ternak ruminansia.
Sebanyak dua ekor sapi perah difistula sebagai media pembelajaran dan penelitian. Melalui metode ini, peneliti dapat mengamati dinamika di dalam rumen secara lebih akurat, termasuk mengevaluasi tingkat kecernaan pakan, efisiensi nutrisi, hingga respons mikroba terhadap berbagai formulasi ransum.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang penelitian pangan dan gizi, PT Gizi Gama Persada bekerja sama dengan Animal Science Learning Center Fakultas Peternakan (Fapet) UGM menyelenggarakan pelatihan teknik analisis gut microbiome pada 16–17 April 2026 di Fapet UGM.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya peran mikrobiota saluran cerna dalam kesehatan manusia. Ketidakseimbangan mikrobiota (disbiosis) diketahui berkaitan dengan berbagai penyakit metabolik seperti diabetes, penyakit jantung, kanker, hingga hipertensi. Salah satu indikator penting dalam kondisi ini adalah menurunnya bakteri penghasil asam butirat yang berfungsi sebagai agen antiinflamasi dan berperan dalam regulasi metabolisme tubuh.
Sejumlah akademisi dan pemangku kepentingan sektor peternakan menyampaikan masukan strategis dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IV DPR RI terkait revisi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 jo. UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Senin (13/4). Forum ini menekankan pentingnya transformasi sistem peternakan nasional yang lebih terintegrasi, berbasis sains, serta didukung rekayasa keinsinyuran.
Delegasi yang terdiri dari Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI), Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Badan Keahlian Teknik Peternakan (BKT) PII dan Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia – ISMAPETI menilai bahwa persoalan utama sektor peternakan bukan terletak pada keterbatasan sumber daya, melainkan belum terbangunnya sistem nasional yang terintegrasi.
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menggelar kuliah bertajuk pemanfaatan model dalam memahami, mengoptimalkan, dan merancang ulang sistem peternakan berkelanjutan, Kamis (16/4). Kegiatan menghadirkan pakar dari Wageningen University & Research, Dr Aart van der Linden.
Dalam paparannya, Aart menekankan pentingnya pendekatan sistem (systems approach) dalam ilmu peternakan. Sistem dipahami sebagai bagian dari realitas yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berinteraksi, seperti ternak, pakan, tanah, hingga lingkungan. Untuk memahami kompleksitas tersebut, dibutuhkan model sebagai representasi sederhana dari sistem nyata.