Industri peternakan, selain menjadi penyedia utama protein hewani, juga menghadapi tantangan besar terkait pemanasan global akibat tingginya emisi gas metana (CH₄). Menurut Global Methane Initiative (2025), sektor ini menyumbang 2.614,42 MMTCO₂e atau 33% dari total emisi CH₄ dunia, melampaui industri minyak dan gas. Dalam 20 tahun, dampak CH₄ terhadap pemanasan global tercatat 80 kali lebih besar dibandingkan CO₂. Selain mencemari lingkungan, emisi ini juga merugikan peternak karena ruminansia dapat menghasilkan 250–500 liter CH₄ per hari, setara dengan kehilangan energi pakan 3–17%.
SDGS 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Fakultas Peternakan (Fapet) UGM resmi membuka rangkaian Dies Natalis ke-56, Jumat (3/10). Acara pembukaan diawali dengan jalan kaki dan lari sehat yang dimulai dari Fapet UGM melewati beberapa rute di lingkungan UGM.
Sebagai tanda dimulainya peringatan dies, Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., didampingi jajaran pimpinan fakultas dan panitia, secara simbolis memukul gong dan melepaskan 56 ekor burung.
Ketua Panitia Dies, Dr. Ir. Agussalim, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa tema dies tahun ini adalah “Peningkatan SDM Unggul melalui Pangan Fungsional Asal Ternak Menuju Indonesia Emas 2045.” Menurutnya, pangan fungsional memiliki peran signifikan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) turut berpartisipasi dalam pameran internasional ILDEX Indonesia 2025 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Jakarta, 17-19 September. Dipimpin oleh Ketua Tim ILDEX Fapet, Ir. Rochijan, S.Pt., M.Sc., IPM., keikutsertaan ini menjadi momentum penting bagi Fapet UGM dalam menampilkan hasil riset, teknologi, dan inovasi terbaru kepada masyarakat luas, industri, serta para akademisi.
Booth Fapet UGM menyajikan berbagai produk hasil penelitian dosen, karya buku akademik, media edukasi interaktif berupa games, hingga pojok diskusi yang melibatkan alumni dan mahasiswa. Kehadiran booth ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana branding dan promosi fakultas, tetapi juga sebagai jembatan untuk memperkuat kerja sama riset dengan industri serta memperkenalkan inovasi terkini yang lahir dari kampus.
Tiga mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) UGM berhasil meraih dua penghargaan dalam kompetisi “Pekan Inovasi Peternakan Padjadjaran 2025” yang diselenggarakan pada Sabtu (27/09) di Kota Sumedang. Tim UGM memboyong dua gelar yakni Gold Medal pada kategori esai subtema energi terbarukan serta juara umum 2 dari keseluruhan peserta. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Bangkit Setiyoko sebagai ketua tim, dengan anggota Dini Aruni Karunia Romadhoni dan Anjeli Astriani
Pekan Inovasi Peternakan Padjadjaran 2025 merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa seluruh Indonesia untuk menuangkan gagasan, inovasi, serta solusi kreatif guna mendorong perbaikan dan pengembangan sektor peternakan. Selain itu, kompetisi ini juga bertujuan untuk mempererat kolaborasi antar intelektual muda dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan gizi di masa depan.
Mahasiswa S3 Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Yesita Vera Saraswati dan Dio Fico Felsidan Diatmono, berkesempatan menjadi pembawa acara atau master of ceremony (MC) dalam acara Pembekalan Karyasiswa beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Angkatan IX. Keduanya merupakan karyasiswa PMDSU dari angkatan sebelumnya. Yesita adalah karyasiswa Angkatan VI sedangkan Dio dari Angkatan VII. Keduanya diundang oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) khususnya Direktur Sumber Daya untuk memandu jalannya acara pembekalan pada 15 sampai 17 September 2025 di Ballroom Kemdiktisaintek dan di Mangkuluhur Artotel Suites, Jakarta.