Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang bernilai gizi tinggi dan menjadi sumber penting protein serta mineral bagi manusia. Salah satu tantangan utama dalam produksi keju adalah ketersediaan dan biaya koagulan. Rennet yang umum digunakan sebagai koagulan susu, berasal dari abomasum pedet (anak sapi) dan mengandung enzim chymosin yang berperan dalam koagulasi susu. Melihat kondisi tersebut maka diperlukan alternatif koagulan yang lebih terjangkau, tersedia secara lokal, dan memiliki efektivitas koagulasi yang baik.
SDGS 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Nur Hidayah, mahasiswa Program Studi Doktor Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, mendapatkan kesempatan mengikuti Program SUIJI-JP-DC (Six-University Initiative Japan Indonesia Joint Program for Doctoral Students in Japan) dari Maret 2025 sampai Februari 2026 di Ehime University Japan, dengan beasiswa JASSO (Student Services Organization) Jepang. Program SUIJI merupakan konsorsium dari tiga universitas di Indonesia (Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Hasanudin) dan tiga universitas di kepulauan Shikoku Jepang (Ehime, Kagawa, dan Kochi University).
Devi Ermawati meraih gelar doktor usai mempertahankan disertasinya berjudul Polymorphism Gen Letin terhadap Sifat Pertumbuhan dan Reproduksi pada Sapi Persilangan F1 Pejantan Belgian Blue dengan Induk Brahman Cross, Jumat (11/7). Penelitian Devi ini berdasarkan persoalan yang memperlihatkan produktivitas sapi potong di Indonesia masih terkendala bobot rendah. Oleh karena itu, Brahman Cross dan Belgian Blue disilangkan dan diseleksi genetiknya untuk peningkatan pertumbuhan dan reproduksi.
“Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi SNP gen leptin dan hubungannya dengan pertumbuhan dan reproduksi pada sapi Brahman Cross dan sapi persilangan F1 Belgian Blue,”papar Devi.
Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, beserta jajaran berkunjung ke Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Senin (14/7). Pada kesempatan ini Joko dan rombongan diterima pimpinan Fapet UGM, yaitu Dekan dan para Wakil Dekan. Selain itu, hadir pula beberapa dosen, perwakilan departemen, prodi, laboratorium dan bagian kerja sama Fapet.
Joko mengatakan kunjungan Pemkab Tuban ke Fapet UGM yaitu ingin belajar tentang konsep integrated farming (pertanian terpadu). Hal ini merupakan tindak lanjut dari konsep Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dari pemerintah terutama terkait kemandirian dan ketahanan pangan.
PIONIR Rancher sebagai kepanitian penerimaan mahasiswa baru Fakultas Peternakan (Fapet) UGM memiliki komitmen kuat dalam membina staf agar mampu bekerja secara optimal dan menunjukkan performa terbaiknya. Hal ini diwujudkan dengan terselenggaranya Upgrading Internal Panitia PIONIR Rancher 2025 pada Rabu, 2 Juli 2025 di Auditorium R. Soepardjo Fakultas Peternakan. Dihadiri oleh lebih dari 66 staf dari seluruh divisi, Upgrading Internal ini menjadi ajang penguatan kapasitas personal maupun kolektif dalam kepanitiaan PIONIR Rancher 2025.