Upaya meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah tidak cukup hanya dengan menaikkan produksi susu segar. Peternak harus didorong untuk terlibat dalam proses hilirisasi, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk susu bernilai tambah agar memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
Dosen Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Satyaguna Rakhmatulloh, menilai selama ini peternak masih berada pada posisi paling awal dalam rantai nilai persusuan. Mereka hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, sementara nilai tambah terbesar justru dinikmati sektor hilir yang menguasai teknologi pengolahan, merek, kemasan, dan distribusi.