Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali menyelenggarakan Sharing Session 2 bertajuk “Dari Rutinitas ke Inspirasi: Praktik Baik Tenaga Kependidikan” sebagai wadah berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inspirasi antartenaga kependidikan, Jumat (7/8) di Auditorium drh. R. Soepardjo. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sesi perdana dan direncanakan menjadi agenda rutin setiap awal bulan.
Kepala Kantor Administrasi (KKA) Fapet UGM, Nurma Diani Sekarsih, S.Pd., MBA, menjelaskan forum ini dihadirkan sebagai ruang pembelajaran bersama bagi seluruh tenaga kependidikan (Tendik). Berbagai pengalaman terkait pelayanan, capaian, inovasi, maupun pengembangan kompetensi dapat dibagikan sehingga memberikan manfaat bagi seluruh tendik.
“Kita ingin terus mendorong terciptanya budaya organisasi yang kolaboratif dan adaptif. Melalui forum ini, harapannya terbangun budaya saling belajar. Setiap tenaga kependidikan memiliki pengalaman berharga yang dapat menjadi inspirasi bagi rekan kerja lainnya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan profesionalisme,” ungkapnya.
Pada sesi pertama, Rima Amalia Eka Widya, S.S., M.A. dari Unit Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri membagikan pengalamannya mengikuti kunjungan kerja sama ke Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College (JAHVC), Tiongkok, pada akhir Juli lalu.
Rima merangkum pengalaman tersebut dalam tiga kata kunci utama, yakni kemitraan, pertemanan, dan perspektif. Menurutnya, kolaborasi internasional membuka wawasan baru sekaligus memperkuat jejaring yang bermanfaat bagi pengembangan institusi.
Sesi berikutnya diisi oleh Rr. Adella Alayda Pracoyo, A.Md. Vet, laboran Laboratorium Ternak Potong, Kerja, dan Hewan Kesayangan. Alayda membagikan pengalaman mengikuti Program Magang Laboran yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek, bekerja sama dengan Perhimpunan Pengelola Laboratorium Pendidikan Indonesia (PPLPI) di Universitas Padjadjaran pada akhir tahun 2025.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut menjadi sarana penting dalam meningkatkan kompetensi teknis laboran, profesionalisme, serta pemahaman terhadap sistem manajemen mutu laboratorium. Berbagai praktik terbaik yang diperoleh selama magang diharapkan dapat diimplementasikan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan laboratorium di Fapet UGM.
Sementara itu, Daffa Alif Dhiyaulhaq, pemelihara satwa Fapet UGM, membagikan pengalaman mengenai perawatan kuda serta teknik dasar berkuda. Paparan tersebut menjadi semakin relevan mengingat Fapet UGM kini telah memiliki Sekolah Berkuda yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, bahkan seluruh jadwal hingga September telah terisi penuh.
Menurut Daffa, berkuda bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga membangun hubungan antara manusia dan hewan. Ia menekankan tiga nilai utama yang harus dimiliki setiap penunggang, yaitu konsistensi, ketenangan, dan respek terhadap kuda. Ketiga nilai tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan komunikasi yang baik antara penunggang dan kuda sehingga menghasilkan pengalaman berkuda yang aman dan menyenangkan.

Penulis: Satria
Foto: Margiyono