Kemarau panjang dapat mengancam keberlangsungan lahan hijauan pakan ternak, terutama di wilayah dengan curah hujan rendah dan tidak merata. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan budi daya yang tepat agar tanaman tetap bertahan hidup dan mampu kembali produktif setelah hujan turun.
Dr. Miftahush S. Haq dari Laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Pastura Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menjelaskan, selama puncak kekeringan prioritas utama bukan mengejar produktivitas maksimal, melainkan mempertahankan kondisi tanaman dan lahan.