Sapi Bali merupakan salah satu plasma nutfah asli Indonesia yang memiliki keunggulan adaptasi terhadap lingkungan tropis, efisiensi pakan, serta kualitas karkas yang baik. Namun, pengembangan sapi Bali masih menghadapi tantangan, antara lain keterbatasan pejantan unggul dan rendahnya pemanfaatan teknologi reproduksi berbantu seperti inseminasi buatan (IB). Kualitas semen beku menjadi faktor krusial dalam keberhasilan IB, meskipun proses kriopreservasi berpotensi menurunkan kualitas spermatozoa akibat stres oksidatif.
Hal ini disampaikan Ririn Novita, S.Pt., M.Pd.Si. dalam ujian tertutup program doktor Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Rabu (14/1). Dalam ujian tersebut, Ririn mempresentasikan disertasinya berjudul “Potensi Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) sebagai Antioksidan dalam Preservasi Spermatozoa Sapi Bali”. Penelitian ini menyoroti pemanfaatan daun sungkai sebagai sumber antioksidan alami untuk menjaga kualitas spermatozoa sapi Bali selama proses pembekuan dan pencairan kembali (post thawing).
“Ekstrak etanol 70 persen daun sungkai memiliki kandungan fenolik dan flavonoid tertinggi, serta aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sungkai berpotensi digunakan sebagai bahan aditif alami yang aman, efektif, dan ekonomis dalam pengencer semen beku sapi Bali,”papar Ririn.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ternak Tropis ASLC Fapet UGM, dengan produksi semen beku di BBIB Singosari, pengujian kualitas semen post thawing di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak Fapet UGM, serta analisis fragmentasi DNA di Laboratorium Terpadu Fakultas Kedokteran UGM.
Ujian disertasi tertutup ini dipimpin oleh Ir. Andriyani Astuti, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. selaku Ketua Sidang, dengan tim penguji Prof. Ir. Diah Tri Widayati, M.P., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Prof. Dr. Ir. Bambang Suhartanto, DEA., IPU.; Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.; serta Prof. Dr. drh. Tita Damayanti Lestari, M.Sc.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas semen beku sapi Bali dan berkontribusi pada keberhasilan program inseminasi buatan dalam rangka mendukung swasembada daging nasional.
Penulis: Satria
Foto: Istimewa