Di tengah kampanye global tentang perubahan iklim, peternakan semakin sering ditempatkan sebagai sumber masalah. Daging, susu, dan telur dituding sebagai penyumbang emisi karbon yang signifikan, sehingga muncul seruan untuk mengurangi konsumsi protein hewani. Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., melihat narasi ini berkembang luas di negara maju dan ruang internasional, seolah-olah berlaku universal. Namun, menurut Budi, ketika dilihat dari konteks Indonesia, pendekatan tersebut tidak sepenuhnya relevan, bahkan berpotensi tidak adil.
Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti Auditorium Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Sabtu (30/5), saat alumni angkatan 2001 menggelar Reuni Perak Fapet UGM 2001. Mengusung tema “Balik Kandang, Ora Golek Kondang”, kegiatan ini menjadi momentum bagi para alumni untuk kembali ke almamater, mempererat tali persaudaraan, sekaligus berbagi pengalaman dan kontribusi setelah 25 tahun menapaki berbagai bidang profesi.
Ketua panitia reuni, Aditya Suci, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang berhasil mempertemukan kembali rekan-rekan seperjuangan yang kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Fapet UGM yang telah menjadi tempat menempa ilmu dan karakter selama masa perkuliahan
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) mengadakan penyembelihan hewan kurban dengan menyembelih 4 ekor sapi dan 5 ekor domba di lingkungan kampus, Jumat (29/5). Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta panitia kurban yang bersama-sama menjalankan proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban kepada seluruh warga Fapet UGM.
Ketua Panitia Kurban Fapet UGM, Dr. Ir. Agussalim, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga sarana edukasi mengenai penyembelihan halal dan penanganan hewan yang baik.
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) pada Senin (25/5) di Salesa Fapet UGM. Kegiatan yang diinisiasi oleh Caravan ini berlangsung lancar dan mendapat antusiasme yang baik dari peserta.
Peserta donor darah tidak hanya berasal dari lingkungan internal fakultas seperti mahasiswa dan tenaga kependidikan (tendik), tetapi juga diikuti masyarakat umum dari luar Fapet UGM.
Dari total 39 pendaftar, sebanyak 23 orang dinyatakan lolos seleksi kesehatan dan berhasil mendonorkan darahnya. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus kontribusi nyata sivitas akademika dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah.
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) terus mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan ibadah kurban melalui edukasi kepada masyarakat terkait teknik penanganan hewan dan pengelolaan daging kurban yang halal, aman, ihsan, serta higienis.
Dosen Fapet UGM, Ir. Cuk Tri Noviandi, S.Pt., M.Anim.St., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT melalui pelaksanaan yang benar dan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, hewan kurban harus memenuhi syarat syariat dan kesehatan, mulai dari jenis ternak, umur, kondisi fisik, hingga bebas dari penyakit berisiko zoonosis.