Dari Kandang Sederhana ke Kampus Impian: Perjuangan Ririn Menembus UGM Tanpa Biaya

Suara ayam dan bebek sudah menjadi bagian dari keseharian Ririn Dwi Nurtyani (17) sejak kecil. Di rumah sederhana miliknya di wilayah Terbah, Wates, Kulon Progo, gadis tersebut tumbuh dengan kebiasaan membantu orang tua merawat ternak peliharaan. Dari aktivitas sederhana itulah tumbuh mimpi besar yang kini membawanya menjadi mahasiswa baru di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ririn resmi diterima di program studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026. Tidak hanya itu, ia juga memperoleh Beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen atau UKT nol rupiah sehingga dapat menempuh pendidikan tanpa membayar biaya kuliah.

Perjalanan Ririn menuju bangku kuliah tidaklah mudah. Ayahnya, Sutiono (50), bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Ketika proyek bangunan sepi, penghasilan keluarga pun ikut berhenti. Sementara sang ibu, Nur (47), merupakan ibu rumah tangga yang fokus mengurus keluarga dan ketiga anaknya.

Keterbatasan ekonomi sempat membuat keinginan Ririn untuk kuliah diragukan oleh sang ayah. Namun, tekadnya untuk mengubah masa depan keluarga membuatnya tetap berusaha meyakinkan orang tua agar memberikan izin melanjutkan pendidikan.

“Saya ingin punya kehidupan yang lebih baik dan bisa membanggakan orang tua,” ungkap Ririn.

Kecintaannya terhadap dunia peternakan menjadi alasan utama memilih program studi di bidang tersebut. Sehari-hari ia terbiasa merawat ayam, bebek, hingga burung bersama keluarganya. Baginya, peternakan bukan sekadar jurusan kuliah, melainkan sesuatu yang sudah dekat dengan kehidupannya sejak kecil.

“Saya memang suka hewan ternak dan ingin belajar lebih jauh tentang peternakan,” katanya.

Dukungan terbesar datang dari sang ibu yang memahami minat anaknya terhadap hewan. Nur menyebut Ririn sejak kecil dikenal rajin belajar dan memiliki banyak prestasi akademik maupun non-akademik. Saat SMA, Ririn juga aktif dalam kegiatan marching band SMAN 1 Wates dan ikut membawa timnya meraih prestasi tingkat provinsi.

Menurut Nur, kedisiplinan menjadi nilai yang selalu ditanamkan kepada anak-anaknya. Ia berharap pendidikan dapat menjadi jalan bagi Ririn untuk memperbaiki masa depan keluarga.

“Semoga Ririn bisa punya kehidupan yang lebih baik dan mengangkat derajat orang tua,” tutur Nur haru.

Keberhasilan Ririn diterima di UGM menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Dari kandang ternak sederhana di rumahnya, kini langkah Ririn mengarah menuju dunia akademik yang lebih luas dengan harapan baru bagi masa depan keluarganya.

 

Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/hobi-merawat-ternak-anak-buruh-serabutan-diterima-kuliah-gratis-di-peternakan-ugm/

Editor: Satria

Foto: Donie (Humas UGM)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses