352 Mahasiswa Baru Fapet UGM Ikuti Industrial Lecturer

Sebanyak 352 mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) angkatan 2026 mengikuti Industrial Lecturer yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fapet UGM, Rabu–Jumat (26–28/8). Kegiatan berlangsung secara luring di Ruang Kuliah 3 dan 4 serta daring melalui Zoom.

Kegiatan tersebut menjadi sarana pengenalan dunia industri peternakan kepada mahasiswa baru sekaligus memberikan gambaran mengenai perkembangan, tantangan, dan prospek sektor peternakan. Industrial Lecturer juga menjadi bagian dari pembekalan awal mahasiswa dalam memahami keterkaitan ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Selama tiga hari, mahasiswa mendapatkan materi dari akademisi, pemerintah, dan praktisi industri yang membahas berbagai bidang peternakan. Materi meliputi ilmu dasar peternakan dan keinsinyuran, kebijakan serta prospek peternakan nasional, manajemen industri unggas, produksi sapi potong, agribisnis dan inovasi, teknologi pengolahan kulit, industri pangan, sapi perah dan persusuan, hingga industri pakan, DOC, dan produk makanan olahan.

Sejumlah praktisi dari perusahaan peternakan dan pangan turut berbagi pengalaman industri, di antaranya PT Widodo Makmur Unggas, PT Dilar Lintas Raya, PT Berdikari (Persero), PT Lianhua Leather Industry, PT Japfa Food Indonesia, PT Global Dairi Alami, dan PT Charoen Pokphand Indonesia. Perspektif kebijakan peternakan nasional juga disampaikan Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI.

Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., turut memberikan materi mengenai ilmu dasar peternakan, keinsinyuran, dan tantangan dunia peternakan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas mengenai ekosistem industri peternakan sekaligus terdorong mengembangkan kompetensi akademik dan nonakademik. Kompetensi tersebut mencakup komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, manajemen, dan pemecahan masalah sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan industri.

 

Penulis: Satria

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses