Pemeriksaan kesehatan di lingkungan kampus selama ini identik dengan pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, atau asam urat. Namun, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) mulai memperluas pendekatan tersebut dengan memberi perhatian pada aspek kesehatan mental mahasiswa.
Hal tersebut menjadi salah satu pembaruan dalam kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Fapet UGM yang digelar Jumat (2/10) di Hall ASLC Fapet UGM. Kegiatan yang diikuti 50 mahasiswa ini tidak hanya menyediakan pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), tetapi juga melibatkan Unit Layanan Kesehatan Mental UGM untuk melakukan skrining depresi bagi mahasiswa.
Keterlibatan layanan kesehatan mental tersebut menjadi bagian penting dari upaya deteksi dini. Melalui skrining, mahasiswa diajak mengenali kondisi psikologis yang mungkin selama ini dianggap sebagai persoalan biasa dalam keseharian.
“Setelah dilakukan skrining, apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, mahasiswa dapat diarahkan untuk mendapatkan layanan konseling, baik secara individu maupun kelompok,” jelas Rahma dari Unit Layanan Kesehatan Mental UGM.
Dengan demikian, Posbindu tidak hanya menjadi ruang untuk mengetahui angka gula darah atau kolesterol, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk lebih mengenali kondisi kesehatan dirinya secara menyeluruh.

Dari Kolesterol hingga Riwayat Keluarga
Pada pemeriksaan kesehatan fisik, mahasiswa mendapatkan sejumlah layanan deteksi dini, antara lain pemeriksaan gula darah sewaktu, kolesterol, asam urat, tekanan darah, serta pengukuran antropometri seperti tinggi dan berat badan serta lingkar perut.
Bagi sejumlah mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan yang sebelumnya belum mereka perhatikan.
Arum, mahasiswa Fapet angkatan 2023, misalnya, pernah mengetahui bahwa dirinya memiliki kadar kolesterol yang tinggi dan mengalami anemia. Ia kembali mengikuti kegiatan tersebut tahun ini karena merasakan manfaat pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala.
Menurutnya, pemeriksaan semacam ini juga menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan pola konsumsi sehari-hari, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan yang digoreng.
Sementara itu, bagi Fahmi, kegiatan Posbindu tahun ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti pemeriksaan kesehatan di lingkungan fakultas.
Pengalaman serupa juga dirasakan Fadil. Ia mengikuti pemeriksaan karena memiliki riwayat keluarga dengan penyakit gula sehingga merasa perlu mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih dini.

Bukan Menunggu Sakit
Penanggung jawab Health Promoting University (HPU) Fapet UGM, Ikhwan Hadianto, S.Pt., menegaskan bahwa Posbindu dirancang sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif, bukan semata-mata pemeriksaan ketika seseorang sudah mengalami keluhan.
“Harapannya dengan kegiatan rutin ini kesehatan dosen, tendik maupun mahasiswa Fapet tetap terjaga,” jelas Ikhwan.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 9 September 2022, Posbindu Fapet UGM telah digelar secara berkala sedikitnya tiga kali dalam setahun. Pelaksanaannya mengikuti alur pelayanan melalui sistem lima meja, mulai dari pendaftaran, wawancara riwayat kesehatan, pengukuran antropometri dan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana, hingga konseling mengenai gizi dan pola hidup sehat.
Penulis: Satria
Foto: Margiyono