Tim mahasiswa Fakultas Peternakan UGM menciptakan Gama Sapudi Methan Chamber, yaitu alat untuk menghitung gas rumah kaca (greenhouses gases) yang diproduksi oleh sektor peternakan terutama ternak ruminansia. Indonesia merupakan salah satu negara yang menghasilkan greenhouses gases dalam jumlah besar. Peternakan ruminansia seperti sapi, kerbau, domba, dan kambing menghasilkan metan dari proses fermentasi dalam rumen sebagai hasil konversi rumput menjadi sumber energi.
“Gama Sapudi Methan Chamber mampu menghitung gas metan yang diproduksi oleh kambing dan dapat dipantau secara real time melalui telepon selular atau komputer. Alat tersebut berbasis internet of things (IoT) dan hasil penghitungan greenhouses gases akan terhubung dengan Dashboards Website yang telah didesain sehingga dapat diakses dan dipantau dengan mudah melalui handphone atau komputer. Inovasi ini berperan penting dalam penelitian yang berkaitan dengan global warming,” ujar Gardika Windar Prahara, ketua tim pada Jumat (17/9) di kampus Fakultas Peternakan.