Perkawinan antarayam yang memiliki hubungan kekerabatan atau inbreeding dapat menjadi salah satu metode dalam pemuliaan ayam ketawa untuk mempertahankan dan menyeragamkan karakter genetik tertentu. Namun, penerapannya perlu dilakukan secara terencana dan disertai seleksi yang ketat agar tidak justru menurunkan kualitas biologis keturunan.
Kepala Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Prof. Dyah Maharani, menjelaskan bahwa inbreeding dapat digunakan ketika peternak ingin mempertahankan karakter tertentu yang dianggap unggul, seperti suara, tipe suara, postur, warna bulu, maupun sifat lainnya.