Ketersediaan pakan ternak yang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi peternak di Kawasan Transmigrasi (KT) Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Menjawab persoalan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong pengembangan sektor peternakan di wilayah tersebut melalui penguatan ketersediaan pakan ternak, salah satunya dengan mengenalkan dan menanam rumput Gama Umami sebagai sumber hijauan pakan yang diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan masyarakat. TEP 1 UGM merupakan salah satu tim yang ditempatkan dalam program Ekspedisi Patriot di Kawasan Transmigrasi Muting. Tim ini dipimpin oleh Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., dengan anggota Tri Ariani, S.T.P., Khulaimi, S.P., Ilham Mubarok, S.T.P., Ariqonitahanif Putri Rahim, S.Si., dan Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc. Keberagaman latar belakang keilmuan para anggota tim ini menjadi modal penting dalam mengembangkan pendekatan yang mengintegrasikan berbagai aspek, mulai dari pertanian, agronomi, sumber daya air, pemetaan wilayah, ekonomi, hingga peternakan.
SDGS 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Melimpahnya hasil samping industri pangan membuka peluang pengembangan bahan pakan alternatif, salah satunya ampas kacang hijau. Pemanfaatannya di tingkat peternak memerlukan proses pengolahan yang tepat, terutama dalam penanganan bahan, pencampuran, dan ketersediaan sarana pengolahan.
Kondisi tersebut ditemui di Peternakan Way Farm, Yogyakarta. Menurut informasi dari salah satu peternak setempat, Laut, pasokan ampas kacang hijau yang diterima mencapai sekitar 400 kg per hari, sementara yang termanfaatkan sebagai pakan baru sekitar 240 kg. Kadar airnya yang tinggi membuat bahan ini cepat rusak apabila tidak segera diolah.
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali merebak di Indonesia sejak tahun 2022 membuktikan bahwa pengendalian penyakit hewan menular strategis tidak hanya bergantung pada penanganan teknis veteriner. Keberhasilan intervensi seperti vaksinasi massal dan biosekuriti sangat ditentukan oleh dinamika sosial-budaya, persepsi peternak, serta efektivitas strategi komunikasi risiko di tingkat lokal.
Hal tersebut disampaikan oleh Robi Agustiar, mahasiswa Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), dalam riset disertasinya yang berjudul “Analisis Pemangku Kepentingan dan Strategi Komunikasi Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku: Pada Program Australia Indonesia Health Security Partnership”. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Tim Promotor Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. (Promotor) dan Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA., IPU., ASEAN Eng. (Ko-Promotor).
Program Studi S1 Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menggelar agenda Brief Career Counseling pada Kamis (3/9). Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa aktif dari angkatan 2023 dan 2024. Selama sesi konseling, para peserta didampingi langsung oleh 3 konselor profesional untuk membantu mengenali potensi diri serta merancang arah karier di masa depan. Ketua CDEC, Ir. Viagian Pastawan, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., mengatakan output dari kegiatan ini mahasiswa akan mendapatkan penilaian hasil konseling karir yang akan digunakan oleh mahasiswa sebagai acuan untuk menentukan karir yang akan dipilih setelah lulus sarjana.
Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa tingkat magister di kancah internasional. Tim kolaborasi yang terdiri dari mahasiswa Magister Fakultas Peternakan dan Magister Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada berhasil meraih penghargaan Bronze Medal pada ajang 3rd International Student Competition (ISC) 2026.
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Faculty of Agro-Industry, Chiang Mai University bekerja sama dengan International Student Community. Mengangkat tema “Empowering Youth to Create Inclusive & Creative Solution for Global Sustainability Challenges”, ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda dari berbagai negara untuk mencetuskan gagasan inovatif demi keberlanjutan global.