Inovasi Daun Kirinyuh untuk Atasi Dampak Mikroplastik Antarkan Tim Fapet UGM Raih Pendanaan PKM-Riset Eksakta 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026. Berdasarkan data resmi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, UGM berhasil meraih peringkat pertama sebagai perguruan tinggi dengan jumlah proposal didanai terbanyak, yakni sebanyak 56 proposal. Capaian tersebut menempatkan UGM di atas Universitas Hasanuddin (UNHAS) dengan 50 proposal dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan 35 proposal.

Salah satu kontribusi datang dari Fakultas Peternakan (Fapet) UGM melalui tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang diketuai oleh Fauzan Akbar Nugroho dari Program Studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan angkatan 2024. Dalam pelaksanaan risetnya, tim ini turut melibatkan kolaborasi lintas disiplin bersama mahasiswa dari berbagai fakultas di UGM di bawah bimbingan Dr. Moh. Sofi’ul Anam, S.Pt., M.Sc.

Tim tersebut terdiri atas Fauzan Akbar Nugroho dan Dhiaz Larasati dari Fakultas Peternakan, Dimas Jati dari Sekolah Vokasi, Muhammad Fazli dari Fakultas Biologi, serta Nabilla Saver dari Fakultas Farmasi. Kolaborasi lintas bidang ini dilakukan untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap permasalahan mikroplastik yang kini menjadi ancaman serius bagi rantai makanan terestrial.

Tim Chromozorb mengangkat isu pencemaran mikroplastik yang telah ditemukan pada air minum hingga bahan baku pakan komersial ayam broiler. Menurut Fauzan, partikel mikroplastik yang masuk ke tubuh ternak diketahui dapat memicu stres oksidatif, merusak saluran pencernaan, mengganggu penyerapan nutrisi, hingga menurunkan performa pertumbuhan ternak. Selain berdampak pada kesehatan hewan, kondisi ini juga berpotensi membahayakan manusia melalui transfer trofik ketika produk ternak dikonsumsi.

“Sebagai upaya mitigasi, Tim Chromozorb mengembangkan inovasi feed additive alami berbasis nanopartikel daun kirinyuh (Chromolaena odorata). Produk ini dirancang memiliki mekanisme kerja ganda, yakni sebagai adsorben alami untuk mengikat mikroplastik di saluran pencernaan sekaligus sebagai sumber senyawa antioksidan alami,”papar Fauzan, Kamis (4/6).

Ukuran partikel berskala nano pada produk memungkinkan peningkatan luas permukaan sehingga mampu mengikat mikroplastik secara lebih efektif dan membantu proses ekskresi melalui feses. Selain itu, kandungan flavonoid dan senyawa fenolik pada daun kirinyuh berperan dalam menekan stres oksidatif serta membantu menjaga kesehatan jaringan usus ternak.

Melalui pendanaan PKM ini, riset yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi salah satu langkah inovatif dalam mendukung keamanan pangan dan produktivitas peternakan berkelanjutan. Kolaborasi lintas bidang ilmu yang dilakukan juga menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

 

Sumber: Tim Chromozorb

Editor: Satria

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses