Arsip:

SDGS 4: Pendidikan Berkualitas

Pengalaman Internasional di Jepang Perkuat Kompetensi Mahasiswa IUP Fapet UGM dalam Manajemen Peternakan Modern

Tiga mahasiswa Program International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menjalani ujian Praktik Kerja Lapangan (PKL) usai menyelesaikan program magang internasional di Sumiyoshi Livestock Station, University of Miyazaki, Kamis (18/6). Program magang berlangsung selama September 2025 hingga Februari 2026 dan direkognisi dalam skema MBKM Magang sebesar 20 SKS serta PKL 2 SKS.

Ketiga mahasiswa peserta program tersebut yakni Mok Zi Liang, mahasiswa internasional asal Malaysia, dengan judul PKL “Livestock Feeding Management of Wagyu Cattle in Sumiyoshi Livestock Station University of Miyazaki, Miyazaki, Japan”; Muhammad Farrel Ziafawwaz dengan judul yang sama; serta Swito Sakka Wahudi dengan judul “Feeding Management of Dairy Cows at Sumiyoshi Livestock Station, University of Miyazaki”. read more

Fapet UGM Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset Internasional melalui Kunjungan ke Australia

Delegasi dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) melakukan kunjungan kerja ke Australia pada 15–19 Juni 2026 guna memperkuat kerja sama akademik dan riset internasional. Delegasi dipimpin Dekan Fapet UGM, Prof. Budi Guntoro bersama Ir. Tian Jihadhan Wankar, Ph.D.

Selama kunjungan, delegasi melakukan pertemuan dengan sejumlah institusi strategis di Australia, di antaranya NT Government, Northern Territory Cattlemen’s Association (NTCA), Northern Territory Livestock Export Association (NTLEA), Charles Darwin University (CDU), serta University of New England (UNE). Selain itu, delegasi juga berkoordinasi dengan Konsulat Republik Indonesia di Darwin dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Australia. read more

Fapet UGM Sosialisasikan Program Magang Internasional ke Jepang Bersama JIPA dan Crest Japan Holdings

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menggelar sosialisasi program magang internasional ke Jepang bekerja sama dengan Japan Indonesia Partnership Association (JIPA) dan Crest Japan Holdings, Kamis (18/6). Kegiatan ini diikuti mahasiswa Program Studi S1 Fapet UGM yang antusias mendapatkan informasi mengenai peluang magang sekaligus pengembangan karier internasional di bidang peternakan.

Ketua Program Studi S1 Fapet UGM, Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agri., Ph.D., IPP., menyampaikan program magang internasional ini menjadi salah satu upaya fakultas dalam memperluas pengalaman global mahasiswa. Ia menjelaskan proses seleksi akan melalui dua tahapan, yakni seleksi internal fakultas dan seleksi langsung bersama pihak Crest Japan Holdings. Nantinya, peserta yang lolos akan ditempatkan di unit peternakan ayam maupun babi. read more

Dari Fapet UGM ke KBRI Kuala Lumpur, Ahmad Romadhoni Siap Perkuat Diplomasi Pendidikan Indonesia

Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra,  S.Pt., M.Sc. Ph.D., IPU., ASEAN Eng., kini mengemban amanah baru sebagai Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, sejak April 2026 lalu. Sebelum bertugas di Malaysia, Romadhoni menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fapet UGM.

Romadhoni menuturkan, proses hingga dirinya terpilih sebagai Atase Pendidikan bukanlah perjalanan singkat. Ia harus melalui serangkaian tahapan seleksi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mulai dari seleksi administrasi, psikotes, kemampuan bahasa Inggris, hingga wawancara. read more

Hilirisasi Susu Jadi Kunci Naik Kelas Peternak Sapi Perah

Upaya meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah tidak cukup hanya dengan menaikkan produksi susu segar. Peternak harus didorong untuk terlibat dalam proses hilirisasi, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk susu bernilai tambah agar memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Dosen Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Satyaguna Rakhmatulloh, menilai selama ini peternak masih berada pada posisi paling awal dalam rantai nilai persusuan. Mereka hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, sementara nilai tambah terbesar justru dinikmati sektor hilir yang menguasai teknologi pengolahan, merek, kemasan, dan distribusi. read more