Dikukuhkan sebagai Guru Besar Fapet UGM, Prof. Siti Andarwati Dorong Peternakan Berbasis Penghidupan Berkelanjutan

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali menambah jajaran Guru Besar. Prof. Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPU., ASEAN Eng. dikukuhkan sebagai Guru Besar., Kamis (13/8). Pada pengukuhannya di Balai Senat, Siti Andarwati mengangkat pidato berjudul Mitigasi dan Adaptasi Risiko dalam Mendukung Mata Pencaharian Berkelanjutan (Sustainable Livelihoods) Peternak Melalui Peternakan Ramah Lingkungan Berbasis Inovasi Teknologi.

Dalam pidatonya, Prof. Siti menekankan pentingnya membangun sistem peternakan yang tidak hanya produktif, tetapi juga tangguh menghadapi perubahan iklim, globalisasi, bencana, serta berbagai tekanan sosial dan ekonomi.

Menurutnya, perubahan iklim telah menjadi realitas yang dirasakan langsung oleh peternak. Perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu lingkungan, dan semakin seringnya kejadian iklim ekstrem berdampak terhadap ketersediaan pakan, kesehatan ternak, produktivitas usaha, hingga keberlanjutan mata pencaharian peternak.

“Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas yang telah dirasakan secara nyata oleh peternak saat ini,”kata Siti Andarwati.

Ia melihat sektor peternakan berada dalam posisi yang unik. Di satu sisi, peternakan menjadi salah satu sektor yang terdampak perubahan iklim. Namun di sisi lain, sektor ini juga memiliki peluang untuk berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui penerapan teknologi dan manajemen usaha yang lebih berkelanjutan.

Melihat kondisi tersebut maka strategi mitigasi dan adaptasi perlu dilakukan secara terpadu. Mitigasi diarahkan antara lain pada peningkatan efisiensi produksi, perbaikan kualitas pakan, pemanfaatan teknologi pakan, pengolahan limbah ternak menjadi biogas, serta penerapan sistem peternakan ramah lingkungan. Sementara adaptasi dapat dilakukan melalui modifikasi sistem produksi dan manajemen, pengembangan ternak yang lebih toleran terhadap stres panas, penguatan kelembagaan peternak, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternak.

Di akhir pidato, Siti Andarwati menekankan tentang konsep Sustainable Livelihood Framework sebagai salah satu pendekatan penting untuk memahami keberlanjutan kehidupan peternak. Keberhasilan peternak dalam mempertahankan mata pencaharian tidak hanya ditentukan oleh produktivitas ternak, tetapi juga oleh kemampuan mengelola berbagai aset penghidupan. Lima modal yang menjadi fondasi tersebut meliputi modal alam, modal manusia, modal sosial, modal fisik, dan modal finansial. Kelima modal tersebut perlu diperkuat secara seimbang agar peternak memiliki kapasitas lebih baik dalam menghadapi guncangan dan mengurangi kerentanan.

 

Penulis: Satria

Foto: Margiyono

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses