Fapet UGM Terima 152 Mahasiswa Pascasarjana dan Profesi Insinyur

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali memperkuat perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang peternakan melalui penerimaan mahasiswa baru Program Pascasarjana dan Program Profesi Insinyur Peternakan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan per 12 Agustus 2026, Fapet UGM menerima sebanyak 152 mahasiswa, terdiri atas 29 mahasiswa Program Magister, 6 mahasiswa Program Doktor, dan 117 mahasiswa Program Profesi Insinyur.

Pada jenjang Magister, terdapat lima mahasiswa yang mengikuti skema fast track dan satu mahasiswa asing. Sementara itu, pada Program Doktor terdapat empat mahasiswa jalur reguler dan dua mahasiswa jalur by research. Untuk Program Profesi Insinyur, 84 mahasiswa diterima melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sedangkan 33 mahasiswa melalui jalur reguler.

“Dari sisi asal mahasiswa dan latar belakang pekerjaan semuanya beragam, baik program pascasarjana maupun profesi insinyur,”papar Nafiatul pada penyambutan mahasiswa baru pascasarjana dan insinyur, Rabu (12/8).

Dekan Fapet, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menekankan pentingnya peran mahasiswa pascasarjana dan profesi insinyur sebagai insan akademik yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai ke-UGM-an. Pada acara itu, Dekan juga menyematkan jas almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa Program Profesi Insinyur, Program Magister, dan Program Doktor.

Menjadi Insan Akademik Berbasis Nilai

Dalam pembekalan, Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts. dari Fakultas Filsafat UGM, menyampaikan materi tentang Pancasila sebagai dasar dan orientasi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Materi tersebut menegaskan pentingnya membangun kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, sekaligus ideologis dalam kehidupan akademik.

Mukhtasar melihat tradisi pemikiran UGM juga menempatkan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu. Pemikiran Prof. Notonagoro, misalnya, memandang Pancasila sebagai pegangan dan pedoman dalam usaha ilmu pengetahuan, sekaligus sebagai rambu normatif dalam tindakan dan pengambilan keputusan ilmiah.

 

 

Penulis: Satria

Foto: Margiyono

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses