Rangkaian Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi berakhir pada Ahad (17/5). Hari ketiga ini menjadi fase penentu utama kelulusan di mana para peserta wajib menunjukkan kemampuan eksekusi riil mereka melalui ujian kompetensi praktik langsung di lapangan.
Memasuki pukul 06.30 WIB, ujian kompetensi praktik dilaksanakan di Toros Farm, Pleret, Bantul dimulai dengan pengawasan ketat dari Tim Asesor. Dalam ujian lapangan yang berlangsung hingga siang hari tersebut, setiap peserta diuji secara individu mengenai kecakapan taktis mereka, mulai dari penanganan hewan pra-penyembelihan, penerapan teknik merobohkan hewan yang memenuhi prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare), hingga ketepatan serta kecepatan eksekusi penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam. Selepas jeda istirahat, shalat, dan makan siang, agenda dilanjutkan dengan rapat pleno internal Tim Asesor pada pukul 13.30 WIB guna merumuskan akumulasi nilai serta hasil akhir uji kompetensi berdasarkan seluruh instrumen penilaian yang telah dilewati peserta sejak hari pertama.
Rangkaian sertifikasi tiga hari ini resmi ditutup pada pukul 14.30 WIB melalui agenda penyampaian hasil uji kompetensi oleh Tim Asesor yang disusul dengan seremoni penutupan oleh panitia. Melalui pengumuman hasil kelulusan sertifikasi ini, Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. berharap akan melahirkan jajaran Juru Sembelih Halal baru yang kompeten dan tersertifikasi resmi oleh negara.
“Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Fapet UGM sebagai motor penggerak utama dalam pemenuhan standardisasi tenaga kerja profesional demi menjaga kedaulatan, keamanan, dan kehalalan pangan asal hewan di Indonesia,”kata Budi.
Sumber: Aslab Ilmu dan Teknologi Daging