Di tengah kampanye global tentang perubahan iklim, peternakan semakin sering ditempatkan sebagai sumber masalah. Daging, susu, dan telur dituding sebagai penyumbang emisi karbon yang signifikan, sehingga muncul seruan untuk mengurangi konsumsi protein hewani. Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., melihat narasi ini berkembang luas di negara maju dan ruang internasional, seolah-olah berlaku universal. Namun, menurut Budi, ketika dilihat dari konteks Indonesia, pendekatan tersebut tidak sepenuhnya relevan, bahkan berpotensi tidak adil.
SDGS 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) terus mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan ibadah kurban melalui edukasi kepada masyarakat terkait teknik penanganan hewan dan pengelolaan daging kurban yang halal, aman, ihsan, serta higienis.
Dosen Fapet UGM, Ir. Cuk Tri Noviandi, S.Pt., M.Anim.St., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT melalui pelaksanaan yang benar dan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, hewan kurban harus memenuhi syarat syariat dan kesehatan, mulai dari jenis ternak, umur, kondisi fisik, hingga bebas dari penyakit berisiko zoonosis.
Universitas Gadjah Mada terus memperkuat peran dalam pengembangan teknologi berkelanjutan melalui penyelenggaraan International Summer Course 2026 bertajuk “Sustainable and Green Leather Technology, from Conventional Processing to Bio-Based Innovation” di Fakultas Peternakan (Fapet) UGM. Kegiatan yang berlangsung dari 18 Mei hingga 5 Juni tersebut menghadirkan berbagai pakar internasional yang membahas inovasi teknologi kulit ramah lingkungan hingga pemanfaatan genomik untuk sistem peternakan berkelanjutan.
Tiga mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) UGM yang terdiri dari Muhammad Haidillah Farhan, Fauzan Akbar Nugroho, dan Dhiaz Larasati Putri Stillana sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim ini berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Juara 2 Poster dalam ajang Farmtastic UNS 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-3 Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dengan puncak acara presentasi final dan awarding pada Senin, 18 Mei 2026 secara luring.
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) terus mendorong penerapan teknologi yang mendukung kesejahteraan hewan sekaligus meningkatkan efisiensi pemotongan ternak kurban. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Gama Abilawa Portable Restraining Box yang digagas oleh Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
Prof. Panjono menjelaskan bahwa praktik pemotongan sapi kurban di masyarakat selama ini sebagian besar belum dilakukan di Tempat Pemotongan Hewan (TPH). Selain menggunakan peralatan yang terbatas, proses penanganan ternak juga sering dilakukan secara kurang manusiawi sehingga berdampak pada kesejahteraan hewan maupun kualitas daging yang dihasilkan.