Prof Yayi Suryo: Kampus Sehat Harus Dimulai dari Lingkungan Kerja yang Aman dan Bahagia

Mewujudkan perguruan tinggi yang sehat tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas kesehatan. Lingkungan kerja yang aman, relasi yang sehat, serta perhatian terhadap kesehatan mental menjadi bagian penting dalam membangun kampus yang sehat dan sejahtera.

Hal tersebut disampaikan Dewan Pengarah Health Promoting University (HPU) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Yayi Suryo Prabandari, dalam kegiatan pembinaan kader HPU Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Rabu (16/9).

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Yayi yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM membahas pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan berbagai bentuk relasi yang tidak sehat di perguruan tinggi.

Menurut Prof. Yayi, kampus merupakan lingkungan belajar sekaligus lingkungan kerja. Karena itu, upaya membangun kampus sehat harus memperhatikan kondisi seluruh warga perguruan tinggi, baik mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan.

“Kampus sehat bukan hanya berbicara tentang kesehatan fisik. Kita juga perlu memastikan bahwa orang-orang yang belajar dan bekerja di dalamnya merasa aman, nyaman, dihargai, dan memiliki lingkungan yang mendukung kesehatan mental,” ujar Prof. Yayi.

Ia menjelaskan, kesehatan mental berkaitan erat dengan kondisi lingkungan kerja. Beban kerja yang berlebihan, rendahnya kendali terhadap pekerjaan, ketidakamanan dalam pekerjaan, diskriminasi, hingga hubungan kerja yang tidak sehat dapat menjadi faktor risiko bagi kesehatan mental.

Dalam paparannya, Prof. Yayi juga menyoroti kekerasan dan perundungan sebagai persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius di lingkungan perguruan tinggi.

Perundungan tidak selalu berbentuk tindakan fisik. Pengucilan, diskriminasi, penghinaan, kritik yang merendahkan, intimidasi, hingga tindakan yang secara sengaja mengurangi ruang seseorang untuk berpartisipasi dalam lingkungan kerja.

Di akhir paparan, Prof. Yayi menilai kader HPU memiliki posisi penting dalam mendorong perubahan budaya di lingkungan fakultas. Kader tidak hanya berperan dalam mengampanyekan pola hidup sehat, tetapi juga dapat menjadi penggerak terciptanya lingkungan kampus yang lebih peduli terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial.

Penulis: Satria

Foto: Margiyono

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses