Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) mengembangkan pola tanam campuran (mix cropping) Gama Umami dengan tanaman lain, termasuk kelompok legum atau kacang-kacangan, untuk meningkatkan kualitas hijauan pakan ternak. Melalui pendekatan ini, kandungan protein Gama Umami yang semula sekitar 10 persen dapat ditingkatkan menjadi 17 persen dalam sistem pengembangan pakan berbasis legum.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) 2026 yang melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Halu Oleo (UHO), dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Riset ini mengintegrasikan pemanfaatan Gama Umami sebagai complete forage feed untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia melalui pendekatan molecular biodiversity, rekayasa kultivasi, dan regenerative agriculture.
Potensi pengembangan tersebut terlihat di kebun sumber bibit yang berlokasi di Gaduh, Bejen, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, dengan luas sekitar 1,4 hektare. Lahan ini dikunjungi tim yang dipimpin Prof. Nafiatul Umami, bersama anggota tim Dr. Agussalim dan Dr. Miftahush Shirotul Haq, Jumat (9/10).
Prof. Nafiatul Umami menjelaskan, pola tanam campuran menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan nilai guna tanaman pakan. Gama Umami ditanam bersama tanaman lain, seperti palawija dan kacang-kacangan, dalam sistem budi daya yang diarahkan untuk mendukung penyediaan hijauan pakan berkualitas.
“Dengan mix cropping ini memberi nilai lebih bagi peternak,” papar Nafiatul.
Menurut Nafiatul, kebun sumber bibit tersebut tidak hanya dikembangkan untuk menghasilkan biomassa pakan ternak, tetapi juga menjadi sumber bibit yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan kebun diharapkan mendukung ketersediaan bahan pakan sekaligus memperluas akses peternak terhadap bibit tanaman pakan.
Yanto, peternak di Sumbermulyo, Bantul, menilai Gama Umami memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan karena berpotensi memberikan manfaat lebih bagi peternak maupun petani. Menurutnya, Gama Umami layak menjadi alternatif hijauan pakan di tengah beragam jenis tanaman pakan yang selama ini dimanfaatkan peternak, seperti pakchong, kolonjono, odot, dan berbagai jenis legum atau kacang-kacangan.
Selain di Sumbermulyo, pengembangan mix cropping Gama Umami juga dilakukan di wilayah Boyong, Sleman. Keberadaan beberapa lokasi pengembangan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan tanaman pakan dan mengoptimalkan hasil riset agar lebih dekat dengan kebutuhan peternak.
Melalui RIKUB 2026, kolaborasi UGM, UHO, dan Unhas diarahkan untuk mengembangkan inovasi pakan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas hijauan, tetapi juga pada keberlanjutan sistem budi daya dan manfaatnya bagi masyarakat peternak.

Penulis: Satria
Foto: Tim Media Center