Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menjalin kerja sama dengan PT Sawerandah Workpreneur Indonesia (SWI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Jumat (30/10). Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, serta sektor pertanian dan peternakan.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dekan Fapet UGM, Prof. Bambang Suwignyo, dan Direktur PT Sawerandah Workpreneur Indonesia, Ida Setya Nugroho.
Direktur PT Sawerandah Workpreneur Indonesia, I.S. Nugroho, menjelaskan bahwa perusahaan yang didirikannya berangkat dari keprihatinan terhadap sulitnya membangun usaha di Indonesia serta kondisi pekerja yang rentan kehilangan pekerjaan. SWI kemudian mengembangkan konsep workerpreneurship, yakni pendekatan kewirausahaan yang mendorong pekerja maupun masyarakat umum untuk membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Menurutnya, pada awalnya SWI lebih banyak berkonsentrasi pada pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok pekerja yang akan memasuki masa pensiun. Namun, seiring perkembangan program, cakupan pemberdayaan mulai diperluas, termasuk menyasar masyarakat di sektor pertanian dan peternakan.
Salah satu program yang tengah dikembangkan sekarang adalah penanaman rumput Gama Umami di wilayah Pagerrejo, Wonosobo, bekerja sama dengan Prof. Nafi’atul Umami dari Fapet UGM. Penanaman telah dimulai sejak September 2026 dengan luasan sekitar dua hektare.
Nugroho menyampaikan, perkembangan tanaman saat ini cukup menggembirakan. Tinggi rumput telah mencapai sekitar 60–80 sentimeter dan diperkirakan mulai dapat dipanen pada pertengahan November mendatang.
“Ke depan, kami juga berencana mengembangkan program serupa di wilayah Subang dengan memanfaatkan rumput Gama Umami. Kami juga membuka peluang kerja sama dengan PTPN untuk memperluas pengembangan program ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Nafi’atul Umami berharap pengembangan rumput Gama Umami di Wonosobo tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman dan produksi hijauan pakan ternak. Lebih jauh, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi percontohan kebun bibit bersertifikasi sekaligus menjadi semacam teaching farm atau laboratory on farm.
Dengan demikian, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, pengembangan teknologi hijauan pakan, serta pemberdayaan masyarakat dan peternak di sekitarnya.
Dekan Fapet UGM, Prof. Bambang Suwignyo, menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan PT Sawerandah Workpreneur Indonesia. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama yang lebih teknis dan konkret.
Menurutnya, Fapet UGM terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dengan mitra eksternal sepanjang dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi kedua belah pihak maupun masyarakat luas.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam mengembangkan potensi sumber daya peternakan. Tidak hanya menghasilkan inovasi di bidang pakan ternak, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mendorong tumbuhnya kemandirian petani dan peternak.

Penulis: Satria
Foto: Margiyono